Proyek Tanggul Laut Raksasa Dikebut, Jakarta dan Semarang Jadi Prioritas

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) akan dilakukan secara bertahap dan dapat dimulai dari kawasan yang kondisinya sudah cukup parah, baik dari penurunan permukaan tanah hingga kenaikan air laut.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan giant sea wall merupakan pembangunan jangka panjang 10 tahun hingga 20 tahun, karena membutuhkan anggaran yang cukup besar dan proses pembangunannya perlu kehati-hatian.

"Proyek giant sea wall ini adalah proyek besar, bukan proyek setahun-dua tahun, tapi 10 bahkan hingga 20 tahun, tergantung seberapa cepat kita bisa mengawali ini," kata AHY dalam paparannya pada rapat koordinasi Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Senin (4/5/2026).

AHY menambahkan, meski pembangunannya dilakukan secara bertahap, tetapi khusus di Jakarta dan Semarang, termasuk wilayah Kendal dan Demak, pembangunan giant sea wall harus dipercepat karena wilayah ini menjadi yang paling parah kondisinya, di mana permukaan tanah sudah di bawah permukaan air laut.

"Paling buruk penurunan tanah dan kenaikan air laut terjadi di Jakarta dan Semarang, ini yang perlu diantisipasi secepatnya," lanjut AHY.

Untuk di Jakarta, nantinya tanggul laut raksasa akan dibangun di sekitar Teluk Jakarta. Sedangkan di Semarang, nantinya akan dibangun mulai dari pesisir Kendal hingga Demak.

"Tentu, kita identifikasi yang paling rentan adalah Teluk Jakarta dan Semarang sekitarnya secara simultan. Ada kurang lebih 535 km dari barat hingga timur yang harus dibangun giant sea wall. Tapi tentu kita harus menentukan mana yang paling rentan terlebih dahulu untuk diatasi," jelas AHY.

Sejumlah warga beraktivitas di area tanggul Pantai Muara Baru, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Sejumlah warga beraktivitas di area tanggul Pantai Muara Baru, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Secara terpisah, Kepala BPOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan kawasan yang mengalami penurunan muka tanah atau land subsidence terparah akan menjadi prioritas pembangunan giant sea wall.

"Pembangunan giant sea wall akan diprioritaskan di daerah yang sudah mengalami land subsidence paling parah, yakni daerah permukaan tanahnya sudah turun hingga 0 sampai 2 derajat dari permukaan air laut," kata Didit dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Nantinya, pembangunan giant sea wall akan terbagi menjadi 15 segmen, di mana dua segmen Teluk Jakarta dan kawasan Semarang menjadi prioritas pembangunan.

"Kami akan bangun dengan menggunakan cara 15 segmen. Jadi tidak harus menyambung langsung dari barat ke timur, tapi kondisi-kondisi tertentu mungkin seperti segmen Teluk Jakarta dan segmen Semarang jadi prioritas," ujar Didit.

Namun, Didit tidak menjelaskan detail dari 15 segmen tersebut meliputi wilayah mana saja dan seberapa panjang. Tetapi, Jakarta dan Semarang, termasuk Kendal dan Demak tetap akan menjadi prioritas pembangunan giant sea wall.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |