Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon mulai mencatat kenaikan harga produk di platform e-commerce mereka, seiring dengan penjual menghadapi tekanan biaya akibat tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal tersebut disampaikan CEO Amazon Andy Jassy dalam wawancara dengan CNBC Internasional di sela World Economic Forum di Davos, Swiss, Selasa (20/1).
Menurut Jassy, kenaikan harga mulai terjadi setelah langkah antisipasi perusahaan berupa percepatan pengiriman inventaris dan imbauan kepada penjual pihak ketiga untuk memasok stok lebih awal tidak lagi efektif.
Persediaan yang dipasok untuk menghindari lonjakan biaya pengiriman akibat tarif tersebut habis pada musim gugur tahun lalu.
"(Kami mulai) melihat beberapa tarif merangkak ke dalam sejumlah harga. Beberapa penjual memutuskan untuk meneruskan biaya yang lebih tinggi itu kepada konsumen, beberapa memutuskan untuk menyerapnya demi mendorong permintaan, dan beberapa melakukan keduanya," ujar Jassy, dikutip dari Reuters, Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, Amazon menilai konsumen masih relatif tangguh. Masyarakat tetap berbelanja dan berburu diskon, meskipun lebih berhati-hati dalam pembelian barang discretionary berharga tinggi.
"Konsumen Amazon secara keseluruhan masih dalam kondisi baik. Namun kita akan lihat apa yang terjadi pada 2026," ujarnya.
Selama satu tahun terakhir Amazon menyatakan dampak tarif terhadap perilaku konsumen dan harga produk masih terbatas. Perusahaan juga memperluas kategori produk dan mempercepat pengiriman untuk menjaga permintaan.
Di sisi lain, kenaikan harga dan meningkatnya kekhawatiran biaya hidup menjadi isu penting bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu di AS pada tahun ini. Kebijakan tarif AS juga menjadi sorotan para pemimpin global di Davos pekan ini.
Pada awal perdagangan, saham Amazon tercatat turun 2,7% seiring pelemahan pasar yang lebih luas.
Secara terpisah, CEO Coca-Cola yang akan segera lengser mengatakan perusahaan relatif tidak terdampak tarif. Meski terbebani kenaikan biaya aluminium dan resin, Coca-Cola menilai tarif masih dapat dikelola karena proses produksinya yang sebagian besar terlokalisasi.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364914/original/063859900_1759130580-VERSACE-SS26-VOGUE-Look-46.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362059/original/092579700_1758811905-SnapInsta.to_553663603_18536090935026372_905938934458990618_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359671/original/082284100_1758685809-photo-grid_-_2025-09-24T103429.395.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373084/original/079052200_1759811895-Screen_Shot_2025-10-07_at_11.01.27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376259/original/088782800_1759997793-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_13.39.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361448/original/038613700_1758785499-IMG_8010.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369001/original/085236400_1759406467-SnapInsta.to_555481163_18532398187013272_6664089544305469244_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370734/original/022662200_1759567872-photo-grid_-_2025-10-04T154007.080.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376485/original/009100400_1760005395-IMG_8656_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362593/original/012088200_1758870749-SnapInsta.to_554970664_18531253585044788_6884355646330134604_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367327/original/045448600_1759303825-250930_-_JIMIN__2_.jpg)