Pertumbuhan Ekonomi RI Rawan Turun 0,5% Gegara Dunia Ribut

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi ekonomi dan geopolitik global yang penuh ketidakpastian bisa berdampak pada perlambatan ekonomi Indonesia.

Hal ini ditekankan oleh Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi saat Outlook Perpajakan & Partnership Gathering IKPI 2026, Jakarta pada Selasa (20/1/2026).

"Dan dari situ (risiko geopolitik dan geoekonomi), dari sisi hitung-hitungannya, ada kemungkinan kontraksi ekonomi untuk Indonesia, antara 0,4 sampai 0,6%," katanya.

"Kalau kita taruhlah baseline Indonesia pertumbuhan ekonominya 5%, karena 10 tahun terakhir kita tumbuhnya cuma 5,07%. Excluding pandemic times. Taruh itu sebagai baseline, maka kita kemungkinan besar cuma tumbuh 4,5% saja di tahun 2026," tambahnya.

Namun, hal tersebut bisa terjadi dalam kondisi ekstrem, saat ketegangan geopolitik semakin panas dan tidak ada deeskalasi sehingga pertumbuhan ekonomi dunia turut melambat dengan signifikan.

Fithra Mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan disrupsi ke geoekonomi dan geopolitik,

"Nah ini makanya Global Risk Report dari World Economic Forum tahun 2026 ini kemudian mencanangkan global atau geoekonomi confrontation sebagai salah satu disrupsi dunia," ucapnya saat Outlook Perpajakan & Partnership Gathering IKPI 2026, Jakarta pada Selasa (20/1/2026).

Dirinya mengatakan bahwa aksi Trump menangkap Maduro memberikan dampak ketidakamanan global.

"Karena siapa yang bisa menjamin ketika Trump bisa menarik Maduro secara paksa bahwa Rusia tidak bisa melakukan terhadap Zelensky, China tidak bisa melakukan terhadap Taiwan. Itu tidak ada yang bisa menjamin," imbuhnya.

Meskipun demikian, Fithra mengatakan bahwa isu keamanan dan pertahanan sudah masuk dalam visi presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

"Kalau mau damai harus siap-siap perang. Maka kita harus senantiasa waspada dan bersiap-siaga. Makanya kalau di Asta Cita, yang merupakan Asta Cita nomor dua, itu ketahanan keamanan menjadi prinsip yang paling penting," ujarnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |