Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyayangkan adanya perang di wilayah Timur Tengah. Sebab, konflik tersebut menghadirkan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap semua pihak, termasuk Indonesia.
"Sebetulnya ini adalah masa yang tidak mudah bagi dunia dan ironis di bulan suci Ramadan yang kita hormati, kita muliakan terjadi peperangan, konflik, korban jiwa berjatuhan, kehancuran di sana-sini terutama di Timur Tengah dan itu semua pasti menghadirkan dampak langsung dan tidak langsung," ujar dia di sela acara World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026, Rabu (4/3/2026).
Secara ekonomi, lanjut dia, konflik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi memberikan gangguan yang serius terhadap ketahanan energi baik untuk dunia maupun Indonesia. Untuk itu, katanya Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya Indonesia memiliki kemandirian terhadap ketahanan pangan, energi maupun air.
"Sering kali tidak semua aware bahwa masalah air ini juga sangat fundamental. Ketika kemarau kita kurang air, kering, gagal panen, kurang suplai untuk rumah tangga. Di saat musim hujan, apalagi hujan ekstrem, kita kelebihan air, banjir dan lain sebagainya dan air kita seringkali juga tidak pada kualitas yang baik dan bisa untuk dikonsumsi," terang dia.
"Self-reliance, bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan food security, energy security plus sebetulnya water security. Sering tidak semua aware bahwa masalah air ini juga sangat fundamental. Ketika kemarau kita kurang air, kering, gagal panen, kurang supply untuk rumah tangga," bebernya.
AHY menegaskan, pemerintah akan terus berfokus mengawal program kemandirian pangan dan energi tersebut. Jika terdapat kejutan seperti lonjakan harga energi maupun gangguan pasokan energi dunia, Indonesia harus punya langkah-langkah mitigasi yang tepat.
Lebih jauh, AHY berharap agar perang di Timur Tengah tidak berlangsung berkepanjangan, meski eskalasi di sana tidak ada yang bisa memastikan. Bahkan, Amerika Serikat pun tidak bisa memastikan apa yang terjadi di Timur Tengah, termasuk dampak yang dihasilkan dari perang tersebut.
"Saya rasa kita semua harus siap, infrastruktur tetap kita dorong untuk membangun kemandirian pangan, energi dan air, termasuk juga untuk sumber daya manusia," pungkasnya.
(wur)
Addsource on Google

















































