Pengusaha Minta Tarif Impor LPG Dinolkan, Bahan Baku Plastik Krisis?

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan pelaku industri petrokimia dalam negeri, terutama terkait pasokan bahan baku. Ketidakpastian yang tinggi membuat pelaku usaha memilih bersikap hati-hati dalam membaca arah pasar, khususnya untuk komoditas nafta yang menjadi tulang punggung produksi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengungkapkan, kondisi pasar saat ini masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Di tengah situasi tersebut, pelaku industri berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan bahan baku agar aktivitas produksi tidak terganggu. Salah satu perhatian utama adalah kelancaran distribusi nafta yang menjadi kebutuhan utama sektor ini.

"Kita berharap pasokan nafta lancar," kata Fajar kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3/2026).

Selain itu, pelaku usaha juga mulai melirik alternatif bahan baku lain seperti LPG untuk menjaga keberlangsungan produksi. Namun, upaya ini dinilai perlu dukungan kebijakan agar lebih kompetitif.

Dibanding kebijakan fiskal seperti relaksasi, ketersediaan gas dinilai lebih krusial untuk menjaga efisiensi dan daya saing industri petrokimia di tengah tekanan global.

"Nol persen bea masuk LPG sebagai bahan baku alternatif. Pasokan gas," kata Fajar.

Tekanan juga datang dari sisi harga seiring terganggunya keseimbangan pasar. Ketika pasokan menyusut sementara kebutuhan tetap tinggi, kenaikan harga menjadi konsekuensi yang sulit dihindari bagi pelaku industri.

"Kalau pasokan turun sementara permintaan tetap, secara teori ekonomi harga pasti naik. Jadi kenaikan biaya produksi memang tidak bisa dihindari," ujar Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3/2026).

Di sisi lain, karakter industri petrokimia yang kompleks membuat opsi penggantian bahan baku tidak bisa dilakukan secara cepat maupun mudah. Keterbatasan ini semakin mempersempit ruang adaptasi dalam jangka pendek.

"Tidak mudah mencari substitusi nafta dengan spesifikasi yang sama seperti yang selama ini kita impor dari Timur Tengah," katanya.

Melihat situasi tersebut, ia menekankan pentingnya strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pasokan. Diversifikasi dinilai menjadi langkah kunci untuk memperkuat ketahanan industri.

"Kuncinya jangan bergantung pada satu negara saja. Harus ada skenario diversifikasi sumber bahan baku, sekaligus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri," ujarnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |