Jakarta, CNBC Indonesia - Isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri plastik kembali mencuat di tengah tekanan global. Namun pelaku industri menilai risiko tersebut tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di sektor hilir tertentu.
Industri plastik dikenal memiliki rantai pasok yang panjang, mulai dari hulu petrokimia hingga produk jadi di tingkat konsumen. Kondisi ini membuat dampak krisis tidak dirasakan secara seragam di seluruh lini.
Di sisi hulu, produksi relatif lebih stabil karena didukung oleh sistem operasional yang bersifat berkelanjutan. Sementara di hilir, tekanan bisa lebih besar tergantung karakter bisnis masing-masing pelaku usaha. Risiko PHK lebih besar terjadi pada pelaku usaha yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap satu segmen pasar.
"Kalau pun terjadi, biasanya di hilir yang sangat spesifik, misalnya tergantung satu pelanggan atau terdampak dumping berat. Tapi secara industri plastik secara umum, itu sangat jarang terjadi," kata Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai di Jakarta, dikutip Rabu (6/5/2026).
Ketergantungan pada satu jenis produk juga memperbesar risiko ketika permintaan melemah atau harga tertekan akibat persaingan dengan produk impor. Akibatnya perusahaan hanya memiliki sedikit ruang untuk melakukan penyesuaian bisnis.
Sebaliknya, pelaku usaha yang memiliki portofolio produk beragam cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan pasar. Mereka bisa mengalihkan produksi ke segmen lain yang masih memiliki permintaan stabil.
"Industri ini sifatnya siklus. Ada masa sulit, ada masa bagus. Tapi biasanya kita menyesuaikan, bukan langsung mengurangi tenaga kerja," katanya.
Selain itu, biaya tenaga kerja bukan komponen utama dalam struktur biaya industri plastik, sehingga PHK bukan pilihan pertama dalam efisiensi. Tekanan terbesar justru berasal dari kenaikan harga bahan baku dan gangguan pasokan.
Karena itu, pelaku industri lebih fokus menjaga operasional tetap berjalan dibanding melakukan pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran.
"Yang paling rentan itu yang terlalu bergantung pada satu pasar. Jadi ke depan memang harus lebih fleksibel dan tidak bergantung pada satu sumber saja," tegas Edi.
Foto: (kiri ke kanan): Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Ketua Umum Inaplas Suhat Miyarso, Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar AD Budiyono dalam dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466588/original/088902800_1767849017-downloadgram.org_332402203_1591030664710492_5944447955525017518_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)

