Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rampungnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan mineral dan batu bara (minerba) tahun ini pada akhir Maret 2026.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan bahwa pihaknya akan mempercepat dan mengejar tenggat waktu tersebut.
"Tetap target akhir Maret. Dua-duanya antara perusahaan sama pemerintah aktif semua loh ya," ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Dia mencatat, hingga pertengahan bulan ini, pemerintah telah memberikan persetujuan RKAB batu bara tahun ini hampir 400 juta ton batu bara dan 100 juta ton lebih untuk nikel.
"Targetnya pokoknya genjot terus lah," tambahnya.
Pemerintah mengatakan adanya tantangan berupa transisi penggunaan sistem pengajuan melalui aplikasi baru. Hal itu membutuhkan adaptasi agar data yang diunggah oleh pelaku usaha dapat tersinkronisasi dengan baik pada sistem.
"Aplikasi baru kan kadang-kadang belum bisa menyamakan. Kalau misalnya nggak aktif ya nggak bisa," tutupnya.
(mij/mij)
Addsource on Google

















































