Negara Kaya Minyak 'Kiamat' Minyak Goreng, Hilang di Rak-Rak Toko

1 day ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Minyak goreng menjadi barang langka sekaligus mahal di Iran setelah pemerintah menghapus subsidi nilai tukar dan beralih ke sistem nilai tukar tunggal. Kebijakan ini langsung memukul pasokan dan harga di pasar negeri kaya minyak itu, cadangan terbesar ketiga dunia 209 miliar barel, memicu keluhan luas dari konsumen.

Laporan lapangan dari sejumlah kota menunjukkan minyak goreng nyaris tak ditemukan di rak toko dan supermarket. Jika tersedia, produk tersebut dijual secara satuan dengan harga hingga dua kali lipat dari harga konsumen resmi.

Berdasarkan harga pasar terbaru, minyak goreng cair kemasan 675 gram kini dibanderol sekitar 180.000 toman (rial) atau setara sekitar Rp56.000. Sementara itu, kemasan 4,5 kilogram melonjak menjadi lebih dari satu juta toman (sekitar Rp314.000) dan minyak semi-padat 5 kilogram mencapai 1,8 juta toman (sekitar Rp565.000).

Kenaikan harga yang tajam, ditambah kelangkaan pasokan, membuat banyak warga mengaku minyak goreng praktis tersingkir dari daftar belanja harian mereka. Sejumlah jaringan ritel besar juga dilaporkan mengalami rak kosong.

"Kekurangan minyak goreng ini jelas terlihat," ujar Kepala Serikat Supermarket dan Produk Protein Teheran, Shahrokh Sharifi, kepada media lokal seperti dikutip Iran Wire, Rabu (7/1/2026), menjelaskan peralihan dari mata uang asing bersubsidi ke mekanisme nilai tukar baru telah menghambat distribusi dan mendorong harga naik.

Menurut Sharifi, harga baru sebenarnya telah disetujui dan minyak goreng diperkirakan kembali masuk ke pasar dalam waktu dekat dengan banderol yang telah diperbarui. Namun, hingga pengumuman resmi dirilis, sejumlah produsen dan distributor memilih menahan pasokan.

Pelaku pasar menyebut penundaan ini menyebabkan toko-toko kecil terpaksa menjual minyak goreng secara terbatas bahkan satuan, di tengah tingginya permintaan. Situasi ini terjadi bersamaan dengan keputusan pemerintah menaikkan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Sebenarnya pemerintah sudah menjanjikan bantuan tunai sebesar satu juta toman per rumah tangga atau sekitar Rp314.000. Namun banyak warga menilai bantuan tersebut jauh dari cukup untuk menutup lonjakan biaya hidup, terutama dengan semakin sulitnya memperoleh barang esensial seperti minyak goreng.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |