Nasib Pedagang HP Miris di 2026, Krisis di Depan Mata

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global terancam memasuki fase sulit pada 2026 imbas krisis chip memori yang semakin parah. Pemasok Nvidia, Micron Technology Inc., melaporkan bahwa kekurangan chip memori makin cepat terjadi pada kuartal terakhir dan diperkirakan berlangsung hingga setelah 2026 seiring lonjakan permintaan semikonduktor kelas atas untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

"Kekurangan yang kami lihat ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Manish Bhatia, Executive Vice President of Operations Micron, dikutip dari Finance Yahoo, Selasa (20/1/2026).

Menurut Micron, memori berbandwidth tinggi untuk akselerator AI kini menghabiskan sebagian besar kapasitas industri chip, sehingga menimbulkan kekurangan pasokan untuk kebutuhan konvensional seperti smartphone dan PC. Kondisi ini membuat produsen ponsel dan komputer mengantre untuk mengunci pasokan memori setelah 2026.

Dampak kenaikan harga komponen mulai terasa di China. Media lokal, Jiemian, melaporkan bahwa Xiaomi, Oppo, dan Transsion memangkas target pengiriman smartphone 2026 karena biaya memori terus meningkat. Oppo bahkan memangkas target hingga 20 persen. Ketiganya belum berkomentar terkait laporan tersebut.

Industri riset Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 2,1 persen tahun ini akibat krisis chip memori yang memicu kenaikan biaya dan menekan produksi. Produsen PC termasuk Dell juga memberi peringatan serupa.

Jika kondisi ini berlanjut, pelaku bisnis smartphone di tingkat distribusi hingga ritel berpotensi menghadapi tekanan ganda: harga barang naik sementara permintaan konsumen melemah. Situasi tersebut menjadi sinyal krisis bagi pedagang HP di 2026.

Di sisi lain, prospek industri chip memori justru berkebalikan. Harga saham Micron, SK Hynix, dan Samsung melonjak sepanjang 2025 berkat booming AI. SK Hynix mengaku seluruh kapasitas chip untuk 2026 telah habis terjual, sementara Micron menyatakan chip memori AI mereka juga sudah terpesan penuh.

Micron sendiri mempercepat ekspansi pabrik untuk mengejar permintaan. Perusahaan mengakuisisi lahan pabrik di Taiwan senilai US$1,8 miliar dan meningkatkan investasi fasilitas di AS sebagai bagian dari rencana membawa 40 persen kapasitas produksi DRAM ke wilayah Amerika.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |