Mentan Amran Minta Maaf ke Kapolri dan Jaksa Agung, Ada Masalah Apa?

1 day ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta maaf kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung S.T Burhanuddin. Permintaan maaf itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri dan pejabat pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Namun, permintaan maaf itu bukan karena masalah pelanggaran. Namun,Amran meminta maaf karena telah menjual nama mereka saat menindak pelaku usaha yang mempermainkan harga pupuk hingga berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Terima Kasih Pak Kapolri dan Pak Jaksa Agung, tahu pak, aku jual nama bapak sering di lapangan, jadi aku minta maaf hari ini. Aku bilang, 'ini perintah Jaksa Agung harus ditangkap!," kata Amran saat memberikan paparan di acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

"Sekarang tersangka 76 orang. Dan yang kami copot dari Kementerian kami, Bapak Presiden, dari dalam Kementerian Pertanian ada 192 orang. Setahun 192 orang, kalau 5 tahun, kalau tidak ada reshuffle, bisa 2 kali, Seribu habis itu," lanjut Amran.

Adapun pihaknya melakukan hal demikian sesuai arahan dari Presiden Prabowo. "Jadi kami beritahu, kami tidak main-main, ini perintah Bapak Presiden, kalau harus dicopot ya tetap dicopot. Jadi kami hanya menjalankan perintah Bapak Presiden," cetusnya.

Tak hanya itu saja, Amran juga telah mencopot ribuan izin perdagangan pupuk, yakni mencapai sekitar 2.300 oknum.

"Karena izin yang kami cabut sudah 2.300-an seluruh Indonesia. Kita cabut izinnya. Begitu harga naik dari HET, main-main, kita cabut izinnya. Langsung hari ini, tinggal tombol, langsung cabut izinnya," tegasnya lagi.

Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)Foto: Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)
Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |