Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com
Opini ini ditulis bersama Resita Putri, Konsultan Komunikasi di salah satu PR Agency di Jakarta sekaligus mahasiswa magister studi communication sciences di Universitas Budi Luhur.
Minat masyarakat Indonesia terhadap electric vehicles (EV) atau kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Data penjualan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan bahwa kendaraan listrik tidak lagi dipandang sebagai teknologi eksperimental, melainkan mulai masuk ke radar konsumen arus utama.
Bagi industri, ini adalah momentum penting. Namun, dari perspektif praktisi, pertumbuhan pasar tersebut juga membawa tantangan baru khususnya dalam mengelola komunikasi publik secara lebih presisi dan berkelanjutan.
Selama ini, komunikasi kendaraan listrik kerap dibingkai melalui satu narasi utama: ramah lingkungan. Pesan ini relevan, tetapi tidak selalu cukup.
Di lapangan, konsumen mempertimbangkan berbagai faktor lain yang jauh lebih pragmatis, mulai dari harga, biaya kepemilikan jangka panjang, rasa aman, kesiapan infrastruktur, hingga perubahan kebiasaan berkendara. Ketika komunikasi terlalu menyederhanakan kompleksitas ini, jarak antara pesan industri dan ekspektasi konsumen pun muncul.
Dari Promosi ke Manajemen Ekspektasi
Dalam fase awal adopsi teknologi, komunikasi sering berfungsi sebagai pendorong minat. Namun, ketika pasar mulai tumbuh, pendekatan tersebut perlu berevolusi. Komunikasi kendaraan listrik hari ini tidak lagi cukup berfokus pada keunggulan produk, melainkan harus berperan sebagai alat manajemen ekspektasi publik.
Bagi praktisi komunikasi, ini berarti menyampaikan pesan yang tidak hanya menarik, tetapi juga kontekstual. Konsumen membutuhkan informasi yang konkret dan terukur misalnya tentang efisiensi biaya operasional, kesiapan jaringan pengisian daya, atau implikasi penggunaan kendaraan listrik dalam rutinitas harian. Komunikasi berbasis data menjadi semakin penting, bukan sebagai klaim, melainkan sebagai fondasi kepercayaan.
Risiko Persepsi Greenwashing
Seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan, risiko persepsi greenwashing juga semakin besar. Dalam praktiknya, risiko ini tidak selalu muncul karena niat menyesatkan, melainkan karena ketidakseimbangan antara pesan keberlanjutan dan konteks yang menyertainya.
Ketika klaim "ramah lingkungan" disampaikan tanpa penjelasan yang memadai misalnya terkait siklus hidup produk atau tantangan yang masih dihadapi ekosistem kendaraan listrik publik yang semakin kritis dapat merespons dengan skeptisisme.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa persepsi greenwashing berdampak langsung pada kepercayaan konsumen, dan pada akhirnya mempengaruhi loyalitas terhadap merek maupun industri secara keseluruhan.
Bagi industri kendaraan listrik, ini bukan sekadar isu komunikasi, melainkan risiko reputasi jangka panjang. Kepercayaan publik adalah aset strategis, terutama dalam transisi teknologi yang masih berlangsung dan sangat bergantung pada penerimaan pasar.
Peran Strategis PR dalam Industri Kendaraan Listrik
Dalam konteks ini, fungsi public relations memegang peran yang semakin strategis. PR tidak lagi sekadar menjadi penyampai pesan korporat, tetapi berfungsi sebagai penghubung antara kompleksitas industri dan realitas konsumen. Mendengar kekhawatiran publik, memahami pola konsumsi, dan menerjemahkan insight tersebut ke dalam narasi yang relevan menjadi bagian penting dari pekerjaan komunikasi hari ini.
Pendekatan yang lebih empatik dan berbasis data memungkinkan industri menjelaskan kendaraan listrik secara lebih utuh termasuk keterbatasan yang masih ada. Transparansi semacam ini bukanlah kelemahan, melainkan investasi kepercayaan. Konsumen cenderung lebih menerima pesan yang jujur dan realistis dibandingkan klaim yang terdengar sempurna.
Komunikasi sebagai Strategi Jangka Panjang
Transisi menuju kendaraan listrik bukan proses instan. Ia berlangsung bertahap dan melibatkan perubahan perilaku, kebijakan, serta kesiapan infrastruktur. Oleh karena itu, komunikasi kendaraan listrik perlu dipandang sebagai strategi jangka panjang, bukan sekadar kampanye sesaat.
Edukasi publik menjadi bagian penting dari strategi ini. Bukan untuk menggurui, tetapi untuk membantu konsumen memahami pilihan yang mereka ambil. Ketika konsumen merasa dilibatkan dan diberi informasi yang relevan, kepercayaan akan terbentuk secara lebih berkelanjutan.
Menjaga Momentum Pasar
Antusiasme terhadap kendaraan listrik di Indonesia adalah peluang besar bagi industri. Namun, menjaga momentum tersebut membutuhkan lebih dari sekadar produk dan insentif. Kualitas komunikasi akan menjadi pembeda utama antara pertumbuhan yang bersifat sementara dan adopsi yang berkelanjutan.
Dari perspektif praktisi, tantangan komunikasi kendaraan listrik ke depan bukan lagi bagaimana membuat teknologi ini terdengar menarik, tetapi bagaimana memastikan pesan yang disampaikan mampu membangun kepercayaan publik di tengah transisi yang masih berjalan.
Pada akhirnya, keberhasilan kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan industri menjaga dialog yang jujur, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
(dpu/dpu)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5341662/original/098956200_1757320693-downloadgram.org_542267009_18540863665047688_9096491130815971427_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350528/original/058840100_1758002233-photo-grid__93_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353128/original/096377000_1758167792-photo-grid__95_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344964/original/048860200_1757498043-SnapInsta.to_542925017_18507421732067559_5151871554777586503_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352375/original/018166900_1758096944-WhatsApp_Image_2025-09-17_at_15.07.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347495/original/050755300_1757673613-IMG_7380.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351851/original/048738800_1758086062-IMG_7555_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352910/original/076610600_1758157369-IMG_7577.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351417/original/068951900_1758045608-BFA_51324_7384772__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349668/original/049756000_1757926989-IMG_7480.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350266/original/076491700_1757995157-SnapInsta.to_546540053_18524968894063594_7931903442728004517_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354481/original/000131800_1758254048-SnapInsta.to_550532843_18532039702063856_4593156665303489875_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350396/original/089267200_1757998579-Screen_Shot_2025-09-16_at_11.34.09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351516/original/078179700_1758076746-SnapInsta.to_545099312_18521447413061924_5418179117334395922_n.jpg)