Israel Bongkar Markas UNRWA di Yerusalem Timur, PBB Murka

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel mulai menghancurkan gedung-gedung di dalam kompleks markas besar Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki. Langkah ini menandai eskalasi terbaru kebijakan pemerintah sayap kanan Israel terhadap organisasi kemanusiaan yang selama ini menjadi tulang punggung bantuan bagi warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

UNRWA dalam pernyataan resminya pada Selasa (20/1/2026) menyebut pasukan Israel telah menyita perangkat milik staf dan memaksa mereka keluar dari markas di kawasan Sheikh Jarrah.

"Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan hanya terhadap UNRWA dan gedungnya, tetapi juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegas UNRWA, seperti dikutip Al Jazeera.

Kecaman juga datang dari Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah. Mereka menilai penghancuran tersebut sebagai bagian dari penargetan sistematis terhadap peran dan mandat PBB. Otoritas Palestina memperingatkan bahwa tindakan Israel bertujuan melemahkan sistem perlindungan internasional bagi pengungsi Palestina.

Masih pada hari yang sama, pasukan Israel dilaporkan menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina, dalam serangan kedua terhadap fasilitas PBB di Yerusalem Timur. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan Israel yang didukung buldoser menutup jalan-jalan sekitar kompleks UNRWA, meningkatkan kehadiran militer, lalu menghancurkan sejumlah bangunan di dalamnya.

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan sejumlah anggota parlemen dan pejabat pemerintah Israel turut hadir saat pembongkaran berlangsung. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya menghapus identitas pengungsi Palestina.

"Apa yang terjadi hari ini pada UNRWA bisa terjadi besok pada organisasi internasional atau misi diplomatik lainnya di manapun di dunia," ujar Lazzarini.

Pemerintah Israel selama ini menuding UNRWA memiliki kecenderungan pro-Palestina dan menuduh adanya hubungan dengan Hamas, tuduhan yang dibantah keras oleh badan PBB tersebut.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pembongkaran markas UNRWA merupakan tindak lanjut dari undang-undang baru yang melarang organisasi itu beroperasi. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir bahkan menyebut aksi tersebut sebagai "hari bersejarah".

Langkah Israel ini menuai kecaman global, terlebih setelah larangan terhadap puluhan organisasi bantuan internasional mulai berlaku beberapa pekan lalu. Israel mencabut izin operasi 37 kelompok bantuan, termasuk Dokter Tanpa Batas (MSF) dan Dewan Pengungsi Norwegia, dengan alasan tidak mematuhi regulasi baru yang mewajibkan pelaporan rinci soal staf, pendanaan, dan operasi.

Parlemen Israel sebelumnya mengesahkan undang-undang pada Oktober 2024 yang melarang UNRWA beroperasi di Israel dan membatasi hubungan pejabat Israel dengan badan tersebut. Aturan itu kemudian diperluas dengan larangan pasokan listrik dan air ke fasilitas UNRWA, serta penyitaan kantor-kantornya di Yerusalem Timur, wilayah yang oleh PBB dianggap sebagai wilayah pendudukan, meski Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai bagian dari negaranya.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |