Irak Kembali Ekspor Minyak, Bukan Lewat Selat Hormuz Tapi Turki

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Irak kembali mengekspor minyak mentah dalam jumlah terbatas melalui Turki setelah aktivitas produksi dan distribusi terganggu akibat penutupan Selat Hormuz.

Pemerintah Irak pada Rabu (18/3/2026) menyatakan ekspor telah dimulai kembali dengan volume awal sekitar 250.000 barel per hari melalui pelabuhan Ceyhan, Turki. Jalur ini menjadi alternatif setelah rute utama di Teluk terganggu.

Perusahaan minyak milik negara, North Oil Company, mengonfirmasi dimulainya kembali operasional tersebut.

"Kami telah mulai mengoperasikan stasiun pemompaan Sarlo untuk melanjutkan pemompaan dan ekspor minyak Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan dengan kapasitas awal 250.000 barel per hari," demikian pernyataan perusahaan, seperti dikutip AFP.

Irak, sebagai salah satu anggota pendiri OPEC, sangat bergantung pada ekspor minyak. Sekitar 90% pendapatan anggaran negara berasal dari penjualan minyak mentah. Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, Irak mengekspor sekitar 3,5 juta barel per hari, mayoritas dari ladang minyak Basra di selatan melalui Selat Hormuz.

Namun, penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global, memaksa Irak mencari alternatif ekspor.

Pemerintah Irak kemudian mempercepat negosiasi dengan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) untuk membuka kembali jalur pipa melalui wilayah otonom tersebut menuju pelabuhan Ceyhan. Kesepakatan akhirnya tercapai setelah melalui pembicaraan panjang dan sejumlah syarat dari pihak Kurdistan.

Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan menyebutkan, stasiun minyak Sarlo mulai beroperasi pada pukul 06.30 waktu setempat untuk mendukung aliran minyak melalui pipa regional ke Turki.

Irak juga masih berupaya membuka kembali akses melalui Selat Hormuz. Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel Ghani, mengatakan pemerintah tengah menjalin komunikasi dengan Iran guna mengatur jalur bagi kapal tanker minyak Irak agar dapat kembali melintas di perairan tersebut.

(tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |