Jakarta, CNBC Indonesia - Kematian merupakan hal yang pasti dialami setiap manusia. Dalam ajaran Islam, sejumlah ulama menjelaskan bahwa ada tanda-tanda yang dapat muncul ketika seseorang mendekati akhir hayatnya.
Ahli tafsir Prof M. Quraish Shihab menjelaskan, proses menjelang kematian digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai fase ketika kehidupan seseorang perlahan meninggalkan tubuh.
"Ada sekitar 300-an ayat (Alquran) yang berbicara tentang kematian. Misalnya tanda awal yang digambarkan dalam Al-Qur'an adalah ketika kekuatan tubuh mulai menghilang sedikit demi sedikit hingga digambarkan "lutut bertemu lutut," kata Quraish Shihab dalam program Shihab & Shihab dikutip dari YouTube pada Kamis (12/3/2026).
Hal itu melambangkan kondisi ketika energi kehidupan di dalam tubuh mulai melemah secara bertahap. Ia menambahkan, pada tahap akhir sakaratul maut, nyawa disebut berada di kerongkongan. Dalam kondisi tersebut, seseorang sudah berada di penghujung hidupnya dan kesempatan untuk bertobat telah berakhir.
Dalam penjelasannya, Quraish Shihab juga menyebut orang di sekitar biasanya dapat mendengar suara napas berat atau mendengkur ketika nyawa akan keluar dari tubuh. Hal ini disebut sebagai salah satu tanda menjelang kematian.
"Sebelum keluar nyawa, maka terdengar oleh orang di sekelilingnya suara "grghhh" itu tanda nyawa sudah akan keluar," katanya.
Setelah meninggal, ruh manusia tidak berada di dunia, melainkan berpindah ke alam lain yang disebut alam barzakh. Alam ini merupakan fase antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
Di alam barzakh, menurut penjelasan Quraish Shihab, manusia menunggu hingga datangnya hari kiamat ketika sangkakala ditiup. Setelah itu, seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani proses perhitungan amal.
Pada tahap itu, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas kehidupannya di dunia, termasuk bagaimana ia menggunakan umur serta harta yang dimilikinya.
"Al Quran menceritakan, bahwa setiap pagi dan petang ditampakan kepadanya neraka. Itu salah satu bentuk dari siksa, nanti di hari kemudian masuk neraka jika amalannya buruk," katanya.
Quraish Shihab juga menjelaskan gambaran manusia ketika dibangkitkan di Padang Mahsyar. Dalam sejumlah hadis disebutkan manusia akan dikumpulkan tanpa pakaian atau telanjang. Namun menurutnya, hal itu tidak perlu dipahami secara sempit.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan simbol bahwa manusia datang di hadapan Tuhan apa adanya, tanpa status, tanpa harta, dan tanpa hal yang bisa disembunyikan. Pada saat itu seluruh amal manusia akan terbuka dan dipertanggungjawabkan.
Perhitungan amal tersebut bisa berlangsung dengan cara yang berbeda. Ada orang yang diperiksa secara rinci, sementara ada pula yang mendapatkan perhitungan yang lebih mudah.
"Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan memperbaiki amal dan menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama," katanya.
Ia juga mengingatkan, kematian bisa datang dalam kondisi apa pun. Banyak orang meninggal saat sedang berbicara, duduk, atau melakukan aktivitas biasa.
"Karena itu berhati-hatilah, jangan sampai kematian datang ketika kita tidak berada dalam koridor ajaran Islam," ujarnya.
(hsy/hsy)
Addsource on Google
















































