Harga Emas Menggila Lagi, Pemiliknya Pesta Pora di Tengah Amukan Trump

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Usai tumbang, harga emas dan perak lagi-lagi mencatatkan kenaikan rekor tertinggi sepanjang masa. Konflik panas antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Uni Eropa mendorong permintaan terhadap safe haven meningkat.

Pada perdagangan Senin (19/1/2026), harga emas dunia naik 1,63% di level US$4.669,69 per troy ons. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$4.689,39 per troy ons.
Harga penutupan kemarin menjadi yang tertinggi sepanjang masa sekaligus mengubur kinerja buruk emas pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini Selasa (20/1/2026) hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,06% di posisi US$4.666,67 per troy ons.

Harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi pada Senin, didorong oleh aksi beli safe haven setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan pada beberapa negara Eropa dalam sengketa mengenai Greenland.

Trump mengancam beberapa sekutu Eropa dengan serangkaian tarif yang meningkat pada hari Sabtu, kecuali AS diizinkan untuk membeli Greenland, yang memperintensifkan sengketa atas pulau Arktik Denmark yang luas tersebut.

"Ketika risiko institusional dan kebijakan muncul kembali, pasar cenderung bereaksi cepat dengan mengalokasikan kembali aset ke aset safe-haven, dengan emas sekali lagi muncul sebagai pilihan utama," ujar Linh Tran, analis pasar senior di XS.com.

Pasar saham dan dolar AS jatuh karena ancaman tarif terbaru Trump meningkatkan selera investor terhadap emas safe-haven, yen Jepang, dan franc Swiss, dalam pergerakan penghindaran risiko yang luas di seluruh pasar.

Emas cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta lingkungan suku bunga rendah. Emas naik lebih dari 64% pada tahun 2025, dan naik lebih dari 8% sejak awal tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengawasan The Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada Jumat bahwa pasar kerja yang rapuh yang dapat melemah dengan cepat berarti bank sentral AS harus siap untuk memangkas suku bunga lagi jika diperlukan.

Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, tetapi memperkirakan setidaknya dua pemangkasan suku bunga 25 basis poin tahun ini.

Read Entire Article
Photo View |