Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara Iran dan Israel bersama Amerika Serikat (AS) telah memicu lonjakan harga komoditas, termasuk batu bara dan emas. Situasi ini seharusnya bisa menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam.
Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ezra Sibarani menilai industri pertambangan selama ini sering dianalogikan sebagai angsa yang bertelur emas karena kontribusinya yang besar terhadap penerimaan negara.
Oleh sebab itu, pemerintah dan pelaku industri perlu menjaga agar sektor ini tetap sehat sehingga mampu terus memberikan manfaat bagi negara maupun dunia usaha.
"Tambang ini kalau kita lihat dari penerimaan negara, dia memberikan kontribusi yang sangat besar. Jadi bagaimana caranya kita mengelus supaya si angsa ini bertelur terus, bertelur emas terus. Jadi negara bisa dapat, industri juga bisa dapat," ujar Ezra dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa Kabar Industri Tambang RI?", Jumat (6/3/2026).
Ezra menyadari pemerintah saat ini mendorong berbagai hal di sektor pertambangan, mulai dari peningkatan eksplorasi hingga pengembangan mineral strategis. Namun untuk mendorong agenda tersebut, diperlukan kepastian bagi investor.
"Kalau kita kembali ke zaman tahun 67, pada saat kita mengundang investasi, penanaman modal baru dikeluarkan, undang-undang tambang baru dikeluarkan, itu pemerintah pada saat itu menjamin. Kasih namanya Kontrak Karya, kasih namanya PKP2B. 30 tahun tidak akan berubah. Royaltinya tetap, terus wilayah kerjanya tetap," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai ketegangan geopolitik global saat ini membuat banyak negara berlomba memperkuat ketahanan energinya. Hal ini memicu perubahan dinamika pasar energi global yang sangat cepat.
Menurut Gita, kondisi pasar yang sangat reaktif membuat banyak negara mulai mencari alternatif pasokan energi untuk mengamankan kebutuhan mereka.
"Kita gak bisa menafikan 1-2 bulan sepeti India cari pasar lain bahkan yang sifatnya luas maka dari itu kepastian atau sama seperti pak Ezra kepastian usaha yang terjadi di global, pasar sangat reaktif di sini," ujarnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

















































