Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melandai di tengah banyaknya kabar buruk dari China, konsumen terbesar di dunia.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (19/1/2026) ditutup di posisi US$ 111,35 per ton atau melandai 0,18%. Pelemahan ini mengakhiri reli lima hari beruntun dengan penguatan 4,15%.
Harga batu bara melemah di tengah sentiment buruk dari China.
Laju pertumbuhan ekonomi China melambat ke titik terendah dalam tiga tahun pada kuartal IV 2025, meski secara keseluruhan sepanjang 2025 ekonomi Negeri Tirai Bambu masih memenuhi target resmi pemerintah China.
Penyebab utamanya adalah permintaan di dalam negeri yang melemah, di tengah krisis properti yang belum selesai. Meski begitu, pertumbuhan setahun penuh tetap sesuai target pemerintah. Namun tekanan perang dagang dan masalah ketimpangan struktur ekonomi masih menjadi risiko besar untuk ke depan.
Melansir data badan pusat statistik China (National Bureau of Statistics/NBS) pada hari ini, Senin (19/1/2026) menunjukkan ekonomi China tumbuh 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025.
Angka ini lebih rendah dari kuartal III-2025 yang masih 4,8% yoy. Pelemahan terjadi karena konsumsi masyarakat dan investasi ikut melambat. Meski demikian, realisasi ini sedikit di atas dari perkiraan pelaku pasar yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 4,4% yoy.
Pelemahan ekonomi China ini membuat investor khawatir akan adanya perlambatan permintaan dari produsen China, terutama industry.
China adalah importir dan konsumen terbesar batu bara di dunia sehingga perkembangan di sana sangat menentukan harga batu bara. Harga batu bara termal di pelabuhan utara China melemah pada awal pekan, karena minat pembeli yang mulai menurun.
Tekanan penurunan harga berlanjut di pasar spot di pelabuhan-pelabuhan utama. Permintaan yang redup membuat penawaran harga menurun dan tidak banyak dukungan biaya dari sisi pasokan tambang.
Namun, gelombang udara dingin dipandang sebagai sinyal positif, karena cuaca yang lebih dingin biasanya meningkatkan kebutuhan listrik untuk pemanas. Ini berpotensi mendorong pembelian batu bara untuk pembangkit listrik dan stok musim dingin, yang bisa memberikan sedikit harapan bagi harga yang selama ini melemah.
Di sisi lain, Australia memberi kabar baik. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara terbesar di Australia akan tetap beroperasi hampir dua tahun lebih lama untuk menopang jaringan listrik nasional selama masa transisi energi, demikian disampaikan oleh operatornya.
Origin Energy pada Selasa mengatakan bahwa perpanjangan operasional PLTU Eraring hingga 2029 akan mengurangi risiko terhadap keamanan sistem kelistrikan, sebagaimana disoroti oleh operator jaringan AEMO dalam laporan terbarunya.
Keputusan tersebut memberikan waktu tambahan bagi proyek-proyek energi terbarukan, penyimpanan energi, dan transmisi untuk diselesaikan..
Keputusan ini juga mencerminkan ketidakpastian terkait keandalan armada pembangkit batu bara dan gas Australia yang sudah menua.
"Kami memutuskan memperpanjang operasi Eraring setelah menilai berbagai faktor, termasuk kebutuhan pelanggan, kondisi pasar, serta peran penting pembangkit ini dalam sistem energi New South Wales (NSW)," ujar CEO Origin Energy, Frank Calabria, dalam pernyataannya kepada bursa ASX
PLTU berkapasitas 2.880 megawatt, terbesar di Australia dari sisi daya listrik, berlokasi di tepi Danau Macquarie, selatan Newcastle, dan semula dijadwalkan tutup pada 2025.
Namun, jadwal penutupan tersebut kemudian diundur hingga Agustus 2027 setelah pemerintah Partai Buruh NSW menyepakati skema pembagian risiko senilai AUD 450 juta untuk fasilitas batu bara yang menua tersebut.
Dalam skema tersebut, pemerintah NSW akan menanggung sebagian kerugian hingga 225 juta dolar Australia per tahun, asalkan Origin memberikan pemberitahuan sebelumnya.
Pemerintah NSW menyatakan bahwa menutup pembangkit sesuai jadwal 2025 akan memberikan tekanan besar terhadap jaringan listrik, harga energi, dan rumah tangga.
Namun, kondisi pasar yang positif membuat Origin tidak perlu mengaktifkan skema perlindungan tersebut, yang dijadwalkan berakhir pada Agustus 2027.
Origin juga menegaskan bahwa perpanjangan usia PLTU Eraring tidak akan mengganggu target penurunan emisi perusahaan pada 2030.
Origin membayar 75 juta dolar Australia untuk mengambil alih pembangkit listrik yang terletak di antara Sydney dan Newcastle tersebut saat diprivatisasi pada 2013.
Lokasi pembangkit kini juga tengah dikonversi untuk menampung baterai berkapasitas 700 MW, yang diperkirakan akan menyediakan rata-rata daya simpan selama 4,5 jam pada pertengahan 2027.
Sekitar setengah dari jaringan listrik nasional Australia masih ditopang oleh PLTU batu bara hitam seperti Eraring.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(mae/mae)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364914/original/063859900_1759130580-VERSACE-SS26-VOGUE-Look-46.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362059/original/092579700_1758811905-SnapInsta.to_553663603_18536090935026372_905938934458990618_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359671/original/082284100_1758685809-photo-grid_-_2025-09-24T103429.395.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376485/original/009100400_1760005395-IMG_8656_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369001/original/085236400_1759406467-SnapInsta.to_555481163_18532398187013272_6664089544305469244_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373084/original/079052200_1759811895-Screen_Shot_2025-10-07_at_11.01.27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376259/original/088782800_1759997793-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_13.39.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361448/original/038613700_1758785499-IMG_8010.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370734/original/022662200_1759567872-photo-grid_-_2025-10-04T154007.080.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357151/original/067564500_1758520293-IMG_7838.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359749/original/031109200_1758688047-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_10.54.00__3_.jpeg)