Dokter Ungkap Penyebab "Korengan" di Leher Trump

1 hour ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah terlihat kemerahan menyerupai korengan di sisi kanan lehernya. Bercak tersebut tampak jelas menjulang di atas kerah kemeja dan berhenti tepat di bawah telinga saat Trump menghadiri upacara penganugerahan Medali Kehormatan.

Menanggapi spekulasi publik, dokter pribadi Trump, Dr. Sean Barbabella, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan penyakit serius. Ia menyebut kemerahan itu muncul akibat penggunaan krim perawatan kulit.

"Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan," ujar Barbabella dalam pernyataan pada Senin (2/3/2026), seperti dikutip CNN International.

"Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu," tambahnya.

Namun, Barbabella tidak merinci alasan medis mengapa Trump memerlukan perawatan kulit tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan tambahan terkait kondisi sang presiden.

Trump, yang dilantik kembali pada usia 79 tahun dan tercatat sebagai presiden tertua dalam sejarah AS yang mengucapkan sumpah jabatan, sebelumnya juga beberapa kali terlihat mengalami memar di punggung kedua tangannya. Kondisi itu sempat memicu pertanyaan soal kesehatannya.

Trump menjelaskan bahwa memar tersebut disebabkan oleh kebiasaannya sering berjabat tangan serta konsumsi aspirin harian dengan dosis lebih tinggi dari rekomendasi, yang membuatnya lebih rentan mengalami memar.

Pada tahun lalu, Trump menjalani dua kali pemeriksaan medis di Walter Reed National Military Medical Center, termasuk pemeriksaan kardiovaskular. Barbabella secara konsisten menyatakan bahwa kondisi Trump tetap prima.

Dalam catatan medis yang dirilis Desember lalu, Barbabella menegaskan Trump "tetap dalam kondisi kesehatan keseluruhan yang sangat baik."

(tfa/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |