Dibantu Rusia, Harga Batu Bara Tiba-Tiba Terbang

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melonjak setelah jatuh pada hari sebelumnya.  Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Selasa (20/1/2026) ditutup di posisi US$ 112,2 per ton atau menguat 0,76%.

Penguatan ini menjadi kabar baik setelah harganya turun 0,2% pada hari sebelumnya. Harga batu bara menguat di tengah beragamnya kabar dari sektor ini.

Dari Rusia, mereka tengah mempersiapkan kesepakatan untuk menjamin ekspor batu bara dari wilayah Kuzbass (Kemerovo) ke pasar Asia melalui jalur kereta api pada 2026.

Langkah ini dirancang agar setidaknya 60 juta ton batu bara Kuzbass dapat dikirim melalui rel ke rute timur, yang menjadi jalur utama menuju pelabuhan dan negara-negara Asia.

Pemerintah mendukung peningkatan kuota kereta api untuk mendukung ekspor ini, sebagai respons terhadap tantangan logistik dan kebutuhan untuk mempertahankan pangsa pasar Asia, khususnya karena permintaan dari negara-negara seperti China tetap tinggi.

Pada 2025, kuota pengiriman melalui rel timur telah menjadi komponen vital bagi ekspor dari Kuzbass.

Kuzbass adalah salah satu wilayah penghasil batu bara terbesar di Rusia dan ekspornya sangat tergantung pada jaringan kereta api menuju pelabuhan timur untuk pengiriman ke Asia.

Kesepakatan yang disiapkan diharapkan mendukung volume ekspor yang stabil atau meningkat meski ada tekanan global terhadap industri batu bara.

Dari China, pasar batu bara termal di pelabuhan utara China melemah meskipun ada pekiraan gelombang dingin yang bisa menjadi secercah harapan permintaan.

Harga batu bara termal di pelabuhan-pelabuhan utara mulai mengalami tekanan turun, terutama karena minat beli dari pembangkit listrik dan pembeli lain melemah setelah tren penurunan harga sebelumnya. Permintaan yang lesu ini menyebabkan penawaran menurun sementara aktivitas transaksi tetap hati-hati.

Namun di sisi lain, perkiraan cuaca lebih dingin di beberapa wilayah dipandang oleh pelaku pasar sebagai potensi peningkatan konsumsi batu bara untuk pemanas dan listrik, yang bisa sedikit menopang permintaan dan harga setelah periode tekanan harga.

Dengan kondisi persediaan yang masih besar dan permintaan yang belum pulih kuat, tren harga masih cenderung lemah meskipun ada faktor cuaca yang sedikit mendukung.

Dari Kolombia, mereka melaporkan perusahaan Forge Resources Corp. pembaruan operasional untuk proyek batubara La Estrella yang sudah mendapat semua izin, berlokasi di Santander, Kolombia.

Perusahaan melaporkan bahwa timnya kembali menemukan lapisan batubara dengan lebar sekitar 1,1 meter di permukaan terowongan bawah tanah yang sedang dikembangkan, mengonfirmasi keberlanjutan struktur batubara yang sebelumnya telah diidentifikasi.

Tidak ada rencana uji laboratorium tambahan karena lapisan ini sesuai dengan horizon batubara yang sudah dianalisis sebelumnya.

CEO Forge, PJ Murphy, menyatakan bahwa kemajuan pembangunan terowongan berjalan stabil dan penemuan lintasan batu bara ini menambah keyakinan terhadap potensi geologi deposit di proyek La Estrella. Fokus perusahaan tetap pada pembangunan infrastruktur berkualitas guna mendukung operasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab..

(mae/mae)

Read Entire Article
Photo View |