Cuma 1 dari 4 Warga AS Dukung Serang Iran, Trump Dianggap Gila Perang

3 hours ago 4

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

05 March 2026 13:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Dukungan publik Amerika Serikat terhadap serangan militer ke Iran tergolong rendah. Survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan hanya sekitar satu dari empat warga dewasa AS yang menyetujui langkah tersebut.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan pada 28 Februari hingga 1 Maret terhadap 1.282 responden dewasa, sebanyak 27% menyatakan setuju terhadap serangan tersebut. Sebaliknya, 43% menyatakan tidak setuju, sementara sekitar 29% lainnya mengaku belum yakin atau tidak mengetahui sikap mereka.

Data di atas menunjukkan bahwa secara nasional, opini publik cenderung skeptis terhadap keterlibatan militer AS dalam eskalasi konflik dengan Iran.

Jika dilihat berdasarkan afiliasi politik, perbedaan pandangan terlihat sangat tajam.

Di kalangan Partai Republik, 55% responden menyatakan mendukung serangan tersebut, sementara hanya 13% yang menyatakan tidak setuju. Sebaliknya, di kubu Demokrat, dukungan hampir tidak terlihat: hanya 7% yang setuju, sementara 74% menyatakan penolakan.

Di kelompok independen atau responden yang tidak berafiliasi dengan partai tertentu, tingkat persetujuan juga relatif rendah, yakni 19%, dengan 44% menyatakan tidak setuju.

Polarisasi ini menegaskan bahwa isu kebijakan luar negeri dan penggunaan kekuatan militer masih menjadi garis pemisah kuat dalam politik domestik AS.

Warga AS Mayoritas Menilai Trump Terlalu Agresif

Survei yang sama juga menggali persepsi publik terhadap cara Presiden Donald Trump menggunakan kekuatan militer.

Sebanyak 56% warga dewasa AS menilai Trump menggunakan kekuatan militer terlalu banyak. Sementara 35% menilai langkah tersebut tepat, dan hanya 5% yang menganggap penggunaan kekuatan militer masih kurang.

Persepsi ini kembali terbelah berdasarkan afiliasi politik. Di kalangan Demokrat, 87% menyatakan Trump terlalu banyak menggunakan kekuatan militer. Di kelompok lainnya, angkanya mencapai 60%. Sementara di Partai Republik, hanya 23% yang memiliki pandangan serupa, dan 73% menilai kebijakan tersebut sudah tepat.

Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun dukungan terhadap serangan relatif terbatas secara nasional, namun basis politik Trump khususnya dari Partai Republik masih memberikan dukungan signifikan terhadap pendekatan militer yang diambil.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |