Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
16 March 2026 14:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan pertanian membentang lebih dari 18 juta mil persegi di seluruh dunia, membentuk fondasi utama produksi pangan global.
Luasnya area agrikultur menjadi faktor penting dalam menentukan kapasitas suatu negara untuk menghasilkan pangan, mendukung ekspor komoditas, sekaligus menjaga stabilitas pasokan domestik.
Di tengah tekanan perubahan iklim, pertumbuhan populasi, serta ketegangan rantai pasok pangan global, isu ketahanan pangan kini semakin memiliki dimensi geopolitik. Negara dengan lahan pertanian yang luas umumnya memiliki posisi strategis dalam sistem pangan dunia, baik sebagai produsen utama maupun pemasok komoditas pertanian.
Data terbaru dari Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan bahwa negara dengan wilayah geografis besar cenderung mendominasi daftar pemilik lahan pertanian terbesar di dunia. Faktor seperti iklim, kondisi topografi, hingga kebijakan tata guna lahan turut menentukan seberapa besar area yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian.
China menduduki peringkat pertama dalam daftar negara dengan lahan pertanian terbesar di dunia dengan sekitar 528 juta hektare.
Area ini mencakup padang rumput, lahan tanaman pangan, hingga perkebunan permanen yang membentang luas dari dataran Manchuria di utara hingga lembah Sungai Yangtze di selatan. Skala tersebut menjadikan China sebagai pemilik lahan pertanian terbesar secara global.
Meski demikian, produktivitas per hektar masih menghadapi tantangan, terutama akibat degradasi tanah serta ekspansi urbanisasi yang terus menggerus lahan subur di wilayah pesisir timur.
Di posisi kedua terdapat Amerika Serikat dengan sekitar 407 juta hektare lahan pertanian. Kekuatan utama sektor agrikultur negara ini terkonsentrasi di kawasan Great Plains, wilayah yang dikenal sebagai sabuk gandum dan jagung dunia. Selama beberapa dekade, kawasan ini menjadi tulang punggung produksi sekaligus ekspor pangan global.
Sementara itu, Australia menempati posisi ketiga dengan sekitar 427 juta hektare lahan pertanian.
Namun karakteristik lahannya berbeda dengan dua negara sebelumnya. Sebagian besar wilayah agrikultur Australia berupa padang penggembalaan yang berada di kawasan semi-arid, sehingga aktivitas pertanian dan peternakannya sangat bergantung pada pola curah hujan musiman.
Komposisi Lahan di Berbagai Negara
Menariknya, proporsi lahan pertanian terhadap total wilayah berbeda-beda di setiap negara. Seperti di negara Kanada atau Brasil, sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan.
Dalam definisi statistik internasional, lahan pertanian tidak hanya mencakup lahan tanaman pangan, tetapi juga padang rumput permanen serta lahan yang digunakan untuk kegiatan peternakan. Karena itu, negara yang memiliki padang rumput luas dapat tercatat memiliki area pertanian besar meskipun tidak semuanya digunakan untuk menanam tanaman pangan.
Afrika juga menjadi salah satu kawasan dengan banyak negara yang memiliki lahan pertanian luas. Beberapa negara Afrika seperti Sudan dengan sekitar 435.000 mil persegi lahan pertanian, diikuti Afrika Selatan sekitar 372.000 mil persegi, serta Nigeria sekitar 268.000 mil persegi.
Namun demikian, sektor pertanian di kawasan ini menghadapi tantangan yang semakin besar. Pertanian di Afrika juga terdampak oleh perubahan iklim, termasuk meningkatnya suhu, perubahan pola curah hujan, serta risiko penggurunan (desertifikasi) yang dapat mengurangi produktivitas lahan dalam jangka panjang.
Luas Lahan Pertanian Indonesia
Indonesia juga termasuk dalam daftar negara dengan lahan pertanian terbesar di dunia. Berdasarkan data FAO, luas lahan pertanian Indonesia mencapai sekitar 212.828 mil persegi, menempatkannya di peringkat ke-16 secara global. Area ini mencakup berbagai jenis penggunaan lahan, mulai dari sawah untuk produksi padi, perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, hingga padang rumput dan lahan pertanian lainnya yang tersebar di berbagai wilayah kepulauan.
Besarnya luasan tersebut menjadikan sektor agrikultur sebagai salah satu penopang penting perekonomian nasional.
(mae/mae)
Addsource on Google

















































