Burung Paling Beracun di Dunia Ada di RI, Pakar Beberkan Dampaknya

17 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Burung Pitohui dikenal sebagai spesies burung paling beracun di dunia. Ternyata burung yang disebut sebagai regent whistler (pachycephala schlegelii) terlihat di hutan Papua.

Selain Pitohui, juga ada burung lonceng rufous-naped (Aleadryas rufinucha) yang mengandung racun. Kedua spesies memiliki neurotoxin berjenis batrachotoxin.

Neurotxin merupakan racun berbahaya yang bisa membuat mata manusia berair. Efeknya sama seperti saat memotong bawang.

Nampaknya racun ini bukan disebarkan melalui satu burung ke burung lainnya. Peneliti mengungkapkan batrachotoxin yang ditemukan pada 2 spesies burung di Papua berasal dari makanan yang dikonsumsi di hutan.

Makanan tersebut tak membuat burung sakit maupun mati, namun akan masuk ke dalam bulu. Namun sebagai cara perlindungan diri dari makhluk hidup lainnya.

Meski begitu, racun akan berdampak pada manusia yang berkontak dengan jenis burung tersebut.

Jika burung beracun dikonsumsi manusia, akan menyebabkan kematian. Sementara sejumlah penduduk lokal mengatakan memakan daging atau memegang hewan itu membuat badan seperti terbakar.

Sementata itu, Kasun Bodawatta, seorang peneliti dari Universitas Copenhagen menceritakan pengalaman bertemu dengan burung beracun. Dia harus mengambil sampel dari hewan tersebut.

Matanya mengeluarkan air mata sebagai dampak dari paparan racun. Kejadian itu membuat warga sekitar mengira dirinya sedih saat ekspedisi.

"Orang berpikir saya sedang sedih dan tertekan dalam ekspedisi karena melihat saya mengeluarkan air mata. Hidung saya juga berair," kata Bodawatta, dikutip dari IFLscience.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |