BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 905,48 Miliar

12 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana untuk melakukan Pembelian Kembali Saham (Buyback) beserta rencana pengalihan saham hasil Buyback. Mengutip keterbukaan informasi, nilai transaksi buyback BBNI diperkirakan sebesar-besarnya Rp 905,48 miliar.

Transaksi Buyback tersebut tidak melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam BBNI, yang berasal dari arus kas bebas (free cash flow) berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Nilai transaksi tersebut sudah termasuk biaya transaksi buyback yang meliputi biaya transaksi, biaya penyimpanan, dan commitment fee sekitar 0,32% dari nilai eksekusi Buyback.

Manajemen BNI menjelaskan pertimbangan dari aksi buyback ini dikarenakan beberapa faktor. Ada tekanan yang menghantui saham perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan ancaman perang tarif, sementara di dalam negeri perbankan nasional menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan loan demand. Hal ini menyebabkan saham perbankan Indonesia mengalami tekanan lebih dalam dibandingkan dengan bank-bank di kawasan regional.

Tercatat, per 31 Desember 2025, harga saham BNI hanya naik 0,5% secara tahunan atau year on year (YoY).

"Meskipun lebih baik dari local peers, namun saham BNI masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank-bank regional peers," kata manajemen BNI dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (4/3/2026).

Di tengah ketidakpastian akibat sentimen global, manajemen menyatakan forecast kinerja BNI masih tumbuh positif dengan kinerja fundamental yang resilient, di mana permodalan BNI masih kuat, kualitas aset terjaga, pertumbuhan kredit yang imbang di semua segmen, dan pertumbuhan dana murah yang solid didukung oleh transformasi digital dan jaringan.

Namun demikian, eskalasi konflik geopolitik dan perang tarif perdagangan yang masih berlanjut berpotensi menciptakan tekanan inflasi dari nilai tukar dan berpotensi menekan IHSG, tanpa terkecuali saham perbankan nasional.

"Buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," jelas manajemen BNI.

Pelaksanaan buyback BBNI yang menggunakan arus kas bebas ini akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas. Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional BNI tidak material, sehingga Laba Rugi diperkirakan masih sejalan dengan target.

Untuk meminta persetujuan atas aksi korporasi ini, BNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 Maret 2026. Setelahnya, periode buyback diperkirakan dimulai pada 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.

Usai buyback rampung, hasilnya akan dialihkan dengan cara dijual kembali baik di BEI maupun di luar BEI, dan/atau pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai dan/atau pengurus BNI. Pengalihan saham hanya dapat dialkukan 30 hari usai pelaksanaan buyback sepenuhnya.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |