Alasan China Menang Telak Salip Amerika Pakai AI dan Robot

8 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - China terus berupaya penuh untuk mengalahkan Amerika Serikat (AS). Caranya dengan mengembangkan berbagai teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).

Upaya itu dipaparkan dalam rencana kebijakan lima tahun. Pemerintah menjabarkan ambisi mengadopsi AI di seluruh sektor dan mendominasi teknologi baru seperti komputasi kuantum dan robot humanoid.

"China akan merebut posisi terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berupaya mencapai terobosan penting dalam teknologi inti utama," kata rencana tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (9/4/2026).

Rencana lima tahun itu mencakup berbagai target dan kebijakan sosial ekonomi. Reuters melaporkan AI disebut lebih dari 50 kali dan terdapat rencana aksi AI+ yang komprehensif.

Fokus ini mencerminkan kebutuhan China dalam mengatasi angkatan kerja yang menua dengan cepat dan krisis demografis yang mengancam, serta persaingan sengit dengan AS.

Salah satu langkah yang masuk dalam rencana adalah menggunakan robot untuk melakukan pekerjaan di sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja. Selain itu menerapkan agen AI untuk tugas dengan kecil sekali bimbingan manusia.

Laporan kerja itu juga menyebutkan rencana meningkatkan investasi pada teknologi AI, komputasi kuantum, hingga 6G. Termasuk akan mencapai terobosan dalam teknologi fusi nuklir.

Kyle Chan dari lembaga think tank Brookings Institution mengatakan tujuan menggunakan AI dan robot adalah meningkatkan produktivitas dan kinerja dalam berbagai sektor.

"Tujuan Beijing menggunakan AI dan robotika untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja dalam berbagai sektor, mulai dari manufaktur dan logistik hingga pendidikan dan perawatan kesehatan," ucapnya.

Analis kebijakan teknologi dan industri Gavekal Dragonomics, Tilly Zhang menyoroti soal penggunaan sumber terbuka. Ini menjadi perbedaan antara pendekatan AI negara tersebut dan AS.

"Sumber terbuka tidak disebutkan dalam laporan sebelumnya dan ini merupakan perbedaan utama antara pendekatan AI China dan AS," kata Zhang.

"Saya yakin China mempelajari ini dan memutuskan menjadikan AI sumber terbuka sebagai strategi unggulan dan keunggulan dibandingkan AS," dia menambahkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |