Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
19 January 2026 16:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Perak kembali menjadi sorotan utama pasar komoditas global di tahun 2025. Logam mulia ini baru saja menembus level psikologis US$ 53 per troy ounce, sebuah angka yang belum pernah terlihat dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Didorong oleh rekor permintaan industri dan defisit pasokan yang terus berlanjut, perak kini bukan sekadar aset lindung nilai (hedging), tetapi juga incaran investor yang mencari pertumbuhan di tengah ketidakstabilan pasar.
Namun, setelah reli harga yang begitu kencang, pertanyaan besar muncul di benak para pelaku pasar yaitu "Apakah sekarang saat yang tepat untuk masuk, atau pesta sudah usai?"
Mari bedah faktor fundamental dan proyeksi harga perak untuk tahun-tahun mendatang.
Mesin Penggerak Utama Berupa Revolusi Energi Hijau
Berbeda dengan emas, perak memiliki fungsi ganda yaitu sebagai logam moneter dan bahan baku industri vital. Perak adalah elemen dengan konduktivitas listrik terbaik di bumi, membuatnya tak tergantikan dalam transisi energi terbarukan.
Data dari The Silver Institute mencatat lonjakan permintaan perak untuk panel surya lebih dari 25% pada tahun 2024, mencapai sekitar 230 juta ons.
Angka ini diprediksi tembus 300 juta ons per tahun pada 2030. Teknologi panel surya terbaru jenis "TOPCon" bahkan membutuhkan perak 50% lebih banyak dibanding panel konvensional.
Tak hanya itu, sektor kendaraan listrik (EV) juga menjadi penyedot utama pasokan. Satu unit mobil listrik membutuhkan sekitar 25-50 gram perak-dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Dengan produksi EV global yang diprediksi naik dua kali lipat pada 2030, perak kini menjadi komoditas pertumbuhan (growth commodity) yang menopang revolusi energi bersih.
Ancaman Defisit Pasokan
Di sisi lain, pasokan perak justru seret. Sekitar 70% perak dunia dihasilkan sebagai produk sampingan (byproduct) dari pertambangan tembaga, timbal, dan seng. Artinya, penambang tidak bisa begitu saja menaikkan produksi perak saat harga naik.
The Silver Institute memproyeksikan defisit pasokan sebesar 115-120 juta ons pada tahun 2025. Ini menandai tahun kelima berturut-turut dunia mengalami kekurangan pasokan.
Jika diakumulasi, dalam empat tahun terakhir dunia telah mengonsumsi hampir 700 juta ons lebih banyak daripada yang diproduksi. Kondisi defisit struktural ini menjadi "bensin" jangka panjang bagi kenaikan harga.
Tren Makro & Aksi Bank Sentral
Secara makroekonomi, inflasi dan ketidakpastian fiskal global membuat aset riil makin diminati. Menariknya, bank sentral negara-negara berkembang mulai melirik perak. Rusia dan India dilaporkan menambah cadangan fisik perak mereka, sementara Arab Saudi baru-baru ini melakukan pembelian ETF perak (SLV) pertamanya.
Langkah ini menandakan bahwa perak kini dipandang sebagai aset strategis oleh negara, bukan hanya investor ritel. Lantas, kemana arah harga perak pada waktu mendatang? Berikut rangkuman proyeksi dari lembaga keuangan ternama:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364914/original/063859900_1759130580-VERSACE-SS26-VOGUE-Look-46.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362059/original/092579700_1758811905-SnapInsta.to_553663603_18536090935026372_905938934458990618_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359671/original/082284100_1758685809-photo-grid_-_2025-09-24T103429.395.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376485/original/009100400_1760005395-IMG_8656_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373084/original/079052200_1759811895-Screen_Shot_2025-10-07_at_11.01.27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376259/original/088782800_1759997793-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_13.39.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361448/original/038613700_1758785499-IMG_8010.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369001/original/085236400_1759406467-SnapInsta.to_555481163_18532398187013272_6664089544305469244_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370734/original/022662200_1759567872-photo-grid_-_2025-10-04T154007.080.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357151/original/067564500_1758520293-IMG_7838.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359749/original/031109200_1758688047-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_10.54.00__3_.jpeg)