Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi dan bertengger di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (10/3/2026). Sejumlah saham pun diketahui dijual oleh asing.
IHSG tercatat sempat 2,2% dan nyaris menyentuh level 7.500 pada awal perdagangan, namun penguatan terpangkas tersisa 0,71% atau naik 52 poin ke 7.389,51 pada akhir sesi pertama.
Sebanyak 443 saham naik, 227 turun, dan 145 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,62 triliun, melibatkan 22,30 miliar saham dalam 1,25 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 13.256 triliun.
Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan oleh barang baku dan konsumer primer, sedangkan hanya sektor infrastruktur dan teknologi yang tercatat melemah hari ini. Sejumlah emiten yang tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini termasuk ASII, BRMS, BBCA, MBMA dan DSSA.
Sepanjang perdagangan tengah hari, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebanyak Rp1,2 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp2,6 triliun foreign buy dan Rp3,9 triliun foreign sell.
Di tengah transaksi tersebut, terdapat beberapa saham yang paling banyak dilepas asing. Mengutip RTI, berikut net foreign sell selama perdagangan sesi pertama:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp262,3 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp80,7 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp79,9 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp68,8 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Rp65,0 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp64,2 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp57,2 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp42,0 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) - Rp40,5 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp32,9 miliar
(fsd/fsd)
Addsource on Google
















































