10 Jurusan S1 Paling Diburu Perusahaan di 2026

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pasar kerja yang makin ketat, jurusan kuliah ternyata masih jadi faktor penting dalam menentukan peluang kerja. Era sekarang jurusan teknik bukan yang paling diminati perusahaan untuk lulusan baru pada 2026.

Hal ini terungkap dalam survei Winter 2026 Salary Survey yang dirilis National Association of Colleges and Employers(NACE). Survei tersebut mengumpulkan respons dari 150 organisasi anggota selama periode Oktober hingga November 2025.

Berdasarkan laporan tersebut, berikut 10 jurusan sarjana (S1) yang paling banyak dicari perusahaan untuk lulusan angkatan 2026, mengutip CNBC Make It, Jumat (910/4/2026):

  1. Human Resources (40%)
  2. Marketing (44%)
  3. Logistik/Supply Chain (44,7%)
  4. Information Sciences and Systems (48%)
  5. Teknik Elektro (51,3%)
  6. Business Administration/Management (58,7%)
  7. Akuntansi (58,7%)
  8. Ilmu Komputer (60%)
  9. Teknik Mesin (61,3%)
  10. Keuangan (61,3%)

Meski daftar ini menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap berbagai bidang, pasar kerja untuk lulusan baru masih menghadapi tekanan. Data dari Bureau of Labor Statistics mencatat ekonomi Amerika Serikat hanya menambah sekitar 181.000 lapangan kerja pada 2025, jauh lebih rendah dibandingkan 1,46 juta pada 2024.

Kondisi ini diperparah dengan tren perusahaan yang mulai menahan perekrutan, terutama untuk posisi entry-level. Laporan Graduate Employability Report 2025 dari Cengage Group bahkan menyebut pasar kerja lulusan baru saat ini menjadi yang paling sulit dalam lima tahun terakhir.

Dalam laporan tersebut, hanya sekitar 30% lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya. Sementara lebih dari 75% perusahaan mengaku merekrut jumlah karyawan entry-level yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, ada kabar baik dari sisi gaji. Survei NACE menunjukkan proyeksi gaji awal lulusan 2026 meningkat di hampir semua bidang studi.

Satu-satunya kategori yang diprediksi mengalami penurunan gaji awal adalah ilmu sosial. Sementara bidang lain seperti ilmu komputer, teknik, matematika dan statistik, bisnis, hingga komunikasi justru mengalami kenaikan.

Presiden dan CEO NACE, Shawn VanDerziel, mengatakan banyak perusahaan berencana menaikkan gaji meskipun perekrutan cenderung stagnan.

"Kami melihat sebagian besar perusahaan memperkirakan akan menaikkan gaji, yang menjadi kabar baik di tengah perekrutan yang diperkirakan datar untuk lulusan 2026," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Lebih jauh, besaran gaji awal juga punya dampak jangka panjang. Studi dari National Bureau of Economic Researchmenunjukkan setiap tambahan US$1.000 pada gaji pertama setelah lulus dapat meningkatkan pendapatan tahunan hingga US$700 dalam lima tahun ke depan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |