Tahun Baruan di Lokasi Bencana Sumatra, Prabowo Beri Pesan Menyentuh

10 hours ago 10

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto merayakan malam tahun baru di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis (1/1/2026). Dia bersama masyarakat ikut menghitung mundur terjadinya pergantian tahun.

Dalam kesempatan itu nampak hadir Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.

Sembari menunggu pergantian tahun dia bersama masyarakat menyanyikan lagu nasional berjudul Indonesia Pusaka.

"Selamat tahun baru, tahun 2026, semoga yang maha kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua," kata Prabowo.

Kemudian Prabowo dan para pejabat yang hadir langsung menyalami masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia kesulitan dan musibah harus dihadapi bersama secara gotong royong. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah selalu mendampingi masyarakat di kala musibah.

"Percayalah bahwa pemerintahmu, pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama. Pembantu-pembantu saya terus menerus kita bergantian saya tugaskan untuk mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan daerah terdampak," kata Prabowo.

Prabowo juga memastikan kepada warga korban bencana bahwa pemerintah akan terus membantu mengatasi permasalahan ini. Untuk itu dia memutuskan mau merayakan tahun baru di lokasi bencana.

"itu tugas kami kami dipilih oleh rakyat utk bekerja utk rakyat dan karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa dalam satu bulan terakhir meski banyak tantangan tapi banyak kemajuan yang dihasilkan. Seperti di wilayah Tapanuli Selatan tidak ada lagi desa yang terisolasi. Selain itu juga di seluruh provinsi Sumatra Utara juga sudah mengalami perbaikan.

"Tadi gubernur (Sumatra Utara) melaporkan mungkin dari awalnya sekian puluh desa sekarang tinggal 5 desa yang masih terputus. Kemudian saya juga dapat laporan, tadi saya periksa jembatan yang baru dibangun, dibangun dengan waktu cukup singkat, biasanya butuh 3 minggu sampai 1 bulan, ini berhasil dilaksanakan 10 hari," katanya.

Untuk itu, dia berterima kasih atas kerja sama semua lembaga yang terlibat seperti TNI-Polri, Masyarakat, BNPB, Kementerian PU, dan lainnya.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |