FOTO Internasional
Reuters, CNBC Indonesia
23 March 2025 03:15

Protes atas penahanan Wali Kota Istanbul semakin besar dan tegang pada Jumat (21/3/2025). Ini menjadi aksi protes terbesar di Turki dalam lebih dari 10 tahun. (REUTERS/Cagla Gurdogan)

Ketegangan meningkat setelah Presiden Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa protes ini tidak akan dibiarkan. (REUTERS/Tolga Uluturk)

Di Izmir, Ankara, dan kota lain, bentrokan terjadi antara massa dan polisi antihuru-hara. Petugas menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran. (REUTERS/Cagla Gurdogan)

Sejak Rabu (19/3), puluhan ribu warga Turki turun ke jalan dalam aksi yang sebagian besar berlangsung damai. Protes ini dipicu oleh penahanan dan dakwaan terhadap Wali Kota Ekrem Imamoglu, pesaing utama Erdogan yang unggul dalam beberapa survei. (REUTERS/Dilara Senkaya)

Partai Rakyat Republik (CHP), oposisi utama yang dipimpin Imamoglu, mengecam penahanan ini sebagai bermotif politik. Mereka menyerukan demo damai, namun aksi berubah ricuh. Meskipun pihak berwenang untuk sementara melarang protes dan polisi menutup beberapa jalan kota, ratusan orang berkumpul di kantor polisi. Mereka meneriakkan "akan tiba saatnya Partai AK (Erdogan) dimintai pertanggungjawaban". (REUTERS/Dilara Senkaya)

Jika ia ingin mencalonkan diri lagi, Erdogan harus mengadakan pemilu awal atau mengubah konstitusi. Pria 71 tahun itu menghadapi kekalahan elektoral terburuknya dalam pemilihan umum kota nasional tahun lalu, ketika CHP Imamoglu menyapu bersih kota-kota besar Turki dan mengalahkan Partai AK yang berkuasa di bekas basisnya. (REUTERS/Cagla Gurdogan)