Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan diplomatik antara Spanyol dan Amerika Serikat (AS) memanas setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya guna menyerang Iran. Langkah berani ini diambil Sanchez meskipun Washington sebelumnya telah melontarkan ancaman sanksi perdagangan yang keras terhadap Madrid.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada hari Rabu (4/3/2026) waktu setempat, Sanchez menegaskan bahwa negaranya tidak akan terseret dalam konflik bersenjata di Timur Tengah. Pemimpin sayap kiri tersebut menyatakan bahwa prinsip negaranya sudah bulat untuk tidak terlibat dalam aksi militer apa pun yang direncanakan oleh pemerintahan Trump.
"Posisi pemerintah Spanyol dapat diringkas dalam empat kata: tidak pada perang," tegas Pedro Sanchez dalam pidato resminya menanggapi ketegangan yang meningkat antara kedua negara dikutip AFP.
Ketegangan ini bermula setelah Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol sebagai balasan atas penolakan Madrid mengizinkan pesawat tempur AS menggunakan pangkalan udara mereka.
Namun, Sanchez menyatakan bahwa Spanyol tidak akan tunduk pada intimidasi ekonomi demi mendukung kebijakan yang dianggap merusak stabilitas global.
"Kami tidak akan menjadi kaki tangan dalam sesuatu yang berbahaya bagi dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai serta kepentingan kami, hanya karena rasa takut akan pembalasan," tambah Sanchez dengan nada menantang.
Sanchez juga mengklaim bahwa penolakannya terhadap rencana perang tersebut didukung oleh opini publik global yang luas. Menurutnya, keputusan Spanyol mencerminkan keinginan banyak pihak yang sudah lelah dengan konflik berkepanjangan yang memicu ketidakpastian ekonomi dan keamanan dunia.
"Kami menentang bencana ini. Posisi kami dibagikan oleh banyak pemerintahan lain dan jutaan warga di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah yang tidak menginginkan lebih banyak perang atau ketidakpastian besok," kata Sanchez menjelaskan alasan di balik kebijakan luar negerinya.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat meluapkan kekesalannya dengan menyebut Spanyol sebagai sekutu yang buruk saat bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih. Trump juga menyindir kegagalan Sanchez dalam memenuhi janji anggota NATO untuk menaikkan anggaran pertahanan hingga lima persen dari PDB, yang menurut Trump selama ini terlalu dibebankan kepada Amerika Serikat.
Perselisihan ini menambah panjang daftar konflik antara Madrid dan Washington, di mana Spanyol juga vokal menentang perang Israel di Gaza serta operasi militer AS untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sebagai informasi, pasukan AS saat ini menggunakan pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Moron di Spanyol, yang secara historis pernah digunakan secara penuh saat invasi Irak tahun 2003 di bawah pemerintahan konservatif Jose Maria Aznar.
(tps/luc)
Addsource on Google

















































