Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus kematian pendiri merek fesyen ternama MANGO, Isak Andic, kembali menghebohkan Spanyol. Putra sulungnya, Jonathan Andic, ditangkap polisi setelah hakim menemukan indikasi kematian sang miliarder bukan sekadar kecelakaan saat mendaki gunung.
Jonathan Andic bahkan harus membayar uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar sebelum dibebaskan sementara. Ia dituduh terlibat dalam kematian ayahnya yang terjadi pada 14 Desember 2024 di kawasan pegunungan Montserrat, sebelah utara Barcelona.
Awalnya, polisi menganggap kematian Isak Andic sebagai kecelakaan tragis. Pendiri Mango yang saat itu berusia 71 tahun dilaporkan jatuh sekitar 150 meter dari tebing ketika sedang hiking bersama Jonathan.
Namun penyelidikan berkembang setelah hakim di Martorell menyatakan terdapat "cukup bukti" untuk menduga kematian Isak bukan kecelakaan dan ada keterlibatan aktif serta terencana dari Jonathan Andic. Meski demikian, Jonathan membantah seluruh tuduhan tersebut.
Melansir BBC International, Kamis (21/5/2026), dalam keterangannya kepada polisi, Jonathan mengaku sedang berjalan lebih dulu ketika mendengar suara bebatuan longsor dan melihat ayahnya jatuh. Namun beberapa minggu kemudian, penyidik kembali memeriksanya selama tiga jam karena muncul sejumlah kejanggalan.
Foto: Wakil Ketua Dewan Direksi raksasa fashion Mango, Jonathan Andic. (Dok. Mango)
Penyidik menilai lokasi jatuhnya Isak Andic tidak sesuai dengan skenario terpeleset biasa. Jalur pendakian tersebut diketahui cukup aman dan umum digunakan keluarga maupun anak sekolah.
Selain itu, posisi jenazah dan luka-luka korban dianggap tidak konsisten dengan kecelakaan jatuh biasa. Laporan forensik bahkan menyebut tubuh Isak terlihat seperti "meluncur dengan posisi kaki terlebih dahulu."
Pernyataan Jonathan juga dinilai berubah-ubah. Dalam satu kesempatan ia mengatakan berada jauh di depan ayahnya, sementara di kesempatan lain menyebut posisi mereka berdekatan. Ia juga sempat mengatakan ayahnya sedang memotret sebelum jatuh, namun ponsel Isak ditemukan tersimpan di saku celananya.
Kecurigaan penyidik semakin besar setelah ditemukan fakta Jonathan sempat tiga kali mengunjungi lokasi kejadian beberapa hari sebelum insiden terjadi. Hakim menilai kunjungan itu mengindikasikan adanya "perencanaan dan studi lokasi."
Dugaan Konflik Bisnis Keluarga
Penyidik juga mendalami hubungan Jonathan dengan ayahnya, terutama terkait bisnis Mango. Isak Andic diketahui berencana membentuk yayasan amal, yang diduga memicu ketegangan dengan putranya.
Menurut hakim penyidik, Jonathan diduga melakukan "manipulasi emosional" demi kepentingan ekonomi dan pernah menunjukkan rasa kebencian serta dendam kepada ayahnya.
Meski begitu, Jonathan menegaskan hubungannya dengan sang ayah berjalan baik. Keluarga Andic juga kompak membelanya dan menyatakan tidak ada bukti sah yang menunjukkan Jonathan bersalah.
Pengacara Jonathan, Cristóbal Martell, menyebut teori pembunuhan tersebut tidak masuk akal dan justru menyudutkan kliennya yang menurutnya tidak bersalah.
"Teori pembunuhan tidak masuk akal. Tetapi, yang terpenting, itu menyakitkan. Itu menstigmatisasi orang yang tidak bersalah," kata Martell.
Sebagai informasi, Isak Andic merupakan pendiri Mango, salah satu kerajaan fesyen terbesar di Eropa. Brand asal Spanyol itu kini memiliki lebih dari 16 ribu karyawan dan mencatat penjualan hingga 3,3 miliar euro pada 2024.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494769/original/017852300_1770340983-IMG_4607_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503685/original/018522300_1771207869-IMG_5126_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495267/original/070964000_1770362176-collage-1770361735577.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489964/original/003837400_1769954351-Web_Photo_Editor__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496238/original/049857200_1770516142-SnapInsta.to_628251077_18560930053012162_3184567118963434244_n.jpg)