Krisis 2026 Nyata, Harga Laptop Bakal Naik Rp 6 Juta Lebih

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan riset Trendforce memberikan perkiraan dampak terbaru dari krisis chip yang terjadi secara global dalam beberapa bulan terakhir. Diperkirakan harga laptop mainstream bakal melonjak hingga 40%.

Trendforce menjelaskan rata-rata harga laptop sekarang mencapai US$900 atau sekitar Rp 15 juta. Nilai tersebut ditetapkan pada laptop yang dijual selama kuartal pertama tahun 2025.

Sebelum krisis RAM terjadi, komponen memori seperti DRAM dan SSD menyumbang 15% dari total daftar material (BOM) untuk memproduksi satu notebook. Kemudian angka itu melonjak lebih dari 30% dalam waktu satu tahun.

Jika produsen chip dan OEM ingin mempertahankan margin keuntungan yang didapatkan dengan nilai US$900, harganya akan dinaikkan 30% dari tahun lalu, dikutip dari Tech Spot, Jumat (13/3/2026).

Intel telah mulai menaikkan harga produknya. TrendForce melaporkan kenaikan mencapai lebih dari 15% untuk beberapa CPU entry-level yang lebih lama.

Produsen chip asal Amerika Serikat (AS) diperkirakan melakukan hal serupa. Mereka akan menaikkan harga untuk platform komputasi kelas menengah atau atas pada Q2 tahun ini.

Sebagai informasi, CPU merupakan salah satu faktor biaya terbesar dalam BOM notebook. Kenaikan pada harga CPU dapat berdampak pada kenaikan MSRP atau harga eceran yang disarankan produsen ke tingkat yang lebih jauh lagi.

Selain itu, TrendForce juga menyinggung soal tekanan usaha manufaktur CPU seperti Intel dan AMD. Rantai pasokannya disebut tidak stabil akibat prioritas perusahaan pada bisnis raksasa AI Nvidia.

Saat harga memori dan CPU naik bersamaan, kenaikan harga laptop hingga 40% mungkin tidak bisa dihindarkan lagi. Artinya, harga rata-rata laptop bisa mencapai US$ 1.260 atau sekitar Rp 21,3 juta, naik lebih dari Rp 6 juta dari rata-rata harga sebelumnya.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |