Konglo Ngegas Terus: Ini Deretan Aksi Paling Heboh di 2025

4 hours ago 5

Big Stories 2025

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

01 January 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2025 menjadi tahun yang berjaya bagi mayoritas emiten konglomerat. Saham-nya banyak yang naik ratusan sampai ribuan persen dan kini saham grup konglo seperti Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro sampai Bakrie-Salim menjadi favorit kebanyakan pelaku pasar.

Banyak narasi aksi korporasi sampai momen paling gong yang membuat saham-saham mereka moncer, mulai dari right issue, masuk ke indeks MSCI, sampai isu backdoor listing yang bisa mengubah peta kepemilikan dan arah bisnis perusahaan.

Sepanjang 2025, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat total dana distribusi aksi korporasi yang difasilitasi pasar modal mencapai Rp491 triliun, dengan jumlah pelaksanaan sebanyak 7.610 kali.

Sederet aksi korporasi 2025, tak jauh-jauh dari keterlibatan emiten konglomerat. Kalau tanpa mereka, mungkin sebenarnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa level di atas 8500 apalagi 8700.

Faktanya, lebih dari 50% saham-saham yang mendorong indeks bursa saham kita menguat adalah konglo. Saham-saham bluechip yang lebih familiar dari tahun ke tahun seperti di sektor perbankan malah masih tertinggal.

Kami mencatat setidaknya ada 20 emiten related konglo yang bergerak moncer dari awal tahun, geraknya bahkan bisa mencapai ribuan persen :

Dari banyak-nya konglo, berbagai aksi paling gong dilakukan tahun ini, meskipun masih banyak aksi korporasi akan dilanjutkan pada tahun depan. Sebagian juga tercatat masuk sebagai konstituen ke indeks populer global, MSCI yang kemudian memicu aliran dana asing masuk.

Contohnya saham dari grup Prajogo Pangestu berhasil masuk MSCI. Pada Agustus ada dua yang masuk yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Petrosea Tbk. (PTRO). Kemudian pada November, saham emiten pengelola energi panas bumi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul masuk.

Dari grup Bakrie dan Salim juga tak ketinggalan, bersamaan dengan BREN, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menemani masuk konstituen MSCI pada November lalu.

Kabarnya, induk usaha BREN, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) digadang bisa masuk MSCI untuk tahun depan, mengingat gerak harga saham-nya yang moncer menembus Rp315 per saham, posisi yang dinilai sudah memenuhi syarat dari segi free float dan market cap untuk masuk MSCI.

Dari Grup Sinar Mas, agresivitas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi salah satu cerita paling "niat" tahun ini. DSSA tidak hanya bicara transisi energi, tetapi benar-benar menaruh modal besar pada proyek panel surya terintegrasi dan panas bumi.

Pasar membaca langkah ini sebagai repositioning strategis dari konglomerasi berbasis energi fosil menuju platform energi masa depan, yang berpotensi membuka peluang listing atau spin-off aset hijau di masa depan. Forward looking DSSA bukan lagi soal laba tahun berjalan, melainkan valuasi jangka panjang berbasis aset energi bersih.

Berikut ada beberapa rekap aksi korporasi atau momen saham konglo yang paling gong tahun ini:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Photo View |