Ketegangan di Iran Picu Kepanikan Pasar, Bursa Asia Anjlok

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia anjlok karena sentimen dari perang berkepanjangan yang masih berlangsung di negara kawasan Timur Tengah. Para investor cemas terhadap menipisnya pasokan minyak yang dapat memicu kekhawatiran akan penurunan ekonomi global.

Indeks S&P/ASX 200 Australia anjlok 0,3% pada perdagangan awal Asia, sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2% dan indeks Topix yang lebih luas turun 1,4%.

Indeks saham unggulan Korea Selatan, Kospi, merosot hampir 3% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun hampir 2%.

Selain itu, Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih rendah, dengan harga berjangka terakhir diperdagangkan pada 25.467, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 25.716,76.

Mengutip CNBC Internasional, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sempat mengatakan bahwa Selat Hormuz, jalur vital untuk perdagangan minyak global, harus tetap ditutup dan Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut.

Sedangkan Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan kembali ancaman tersebut dalam sebuah unggahan media sosial, memperingatkan tentang pukulan terkeras bagi musuh agresor.

Para petaruh di pasar prediksi Kalshi menaikkan taruhan mereka bahwa ekonomi AS mungkin akan memasuki resesi tahun ini, dengan kemungkinan meningkat menjadi 32%. Angka tersebut menjadi level tertinggi tahun ini.

Harga minyak mentah Brent menurut acuan internasional, melonjak 9,22% dan ditutup pada US$100,46 per barel pada hari Kamis. Ini adalah pertama kalinya Brent ditutup di atas US$100 sejak Agustus 2022.

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 9,72% dan ditutup pada US$95,73.

Presiden AS Donald Trump berusaha meredam kenaikan harga minyak, dengan mengatakan bahwa AS, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, akan diuntungkan dari harga minyak yang lebih tinggi, sambil menekankan bahwa prioritasnya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Semalam di AS, indeks saham utama mencatat penutupan terendah untuk tahun 2026, dengan Dow Jones Industrial Average turun hampir 740 poin untuk menetap di bawah 47.000 untuk pertama kalinya tahun ini.

S&P 500 turun 1,5% untuk mengakhiri sesi di 6.672,62, sementara Nasdaq Composite kehilangan 1,8% untuk ditutup pada 22.311,98. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow 30 saham turun tipis 0,03%.

Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,21%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,12%.

Para Investor menunggu data inflasi AS yang penting. Selain itu, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan indeks harga PCE, yang akan dirilis pada hari Jumat, telah naik 2,9% pada bulan Januari, dan indeks inti PCE diperkirakan telah meningkat menjadi 3,1%.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |