"Keajaiban" Ozempic: Penumpang AS Makin Kurus, Maskapai Ikut Untung

5 hours ago 3

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

21 January 2026 18:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat lama dikenal sebagai pasar dengan tingkat obesitas tertinggi di antara negara maju.

Berat badan penumpang selama puluhan tahun menjadi variabel diam-diam dalam perhitungan biaya maskapai. Kini, variabel itu mulai berubah arah. Bukan lewat diet massal atau kampanye kesehatan, melainkan lewat jarum suntik bernama GLP-1.

Melansri Gallup tingkat obesitas dewasa AS turun konsisten sejak 2022. Penurunan ini bertepatan dengan lonjakan penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy. Dampaknya merambat ke sektor yang jarang dibahas: aviasi.

Obesitas AS Mulai Turun Setelah Mencapai Puncak

Gallup National Health and Well-Being Index mencatat obesitas dewasa AS mencapai rekor 39,9% pada 2022. Tiga tahun kemudian, angkanya turun menjadi 37,0% pada 2025-setara dengan 7,6 juta orang dewasa yang keluar dari kategori obesitas .

Gallup menegaskan perubahan tersebut signifikan secara metodologis, meski pengukuran berbasis laporan mandiri.

GLP-1 (glucagon-like peptide-1) awalnya dikembangkan untuk diabetes tipe 2. Mekanismenya menekan nafsu makan, memperlambat pengosongan lambung, dan meningkatkan rasa kenyang. Dalam dosis dan formulasi tertentu, efek penurunan berat badannya jauh lebih kuat dibanding terapi konvensional.

Sejak FDA menyetujui semaglutide untuk penurunan berat badan pada 2021, adopsinya melonjak cepat.

Artinya, dalam waktu kurang dari dua tahun, jumlah pengguna lebih dari dua kali lipat. Kelompok usia 40-64 tahun mencatat adopsi tertinggi-segmen yang juga menyumbang bobot rata-rata penumpang pesawat jarak jauh.

Berat Badan Turun, Konsumsi Avtur Ikut Menyusut

Maskapai tidak menghitung berat penumpang satu per satu. Mereka memakai bobot standar yang ditetapkan otoritas penerbangan global. Namun ketika rata-rata populasi menyusut, asumsi itu perlahan bergeser.

Jefferies menghitung, penurunan berat badan penumpang sebesar 10% dapat memangkas konsumsi bahan bakar hingga 1,5%. Dalam industri dengan margin tipis dan biaya avtur yang dominan, perubahan kecil langsung terasa di laporan keuangan.

Empat maskapai terbesar AS diproyeksikan menghabiskan US$38,6 miliar untuk bahan bakar jet pada 2026. Dengan asumsi tren GLP-1 berlanjut, penghematan bahan bakar diperkirakan mencapai US$500-580 juta hanya dalam satu tahun, tanpa pengurangan layanan.

Selama ini, efisiensi maskapai identik dengan pengurangan kursi lebih tipis, majalah kabin dihapus, hingga porsi makanan dipangkas. GLP-1 menawarkan skenario berbeda: efisiensi struktural yang tidak terlihat penumpang.

Analis Jefferies memperkirakan dampak lanjutan berupa kenaikan laba per saham hingga 4% jika tren penurunan bobot berlanjut. Estimasi ini bahkan belum memasukkan perubahan perilaku konsumsi makanan di pesawat.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
Photo View |