Harga Solar Non Subsidi Makin Mahal, Begini Nasib Mobil Diesel Bekas

5 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua mengungkapkan penjualan Toyota Fortuner dan Innova Reborn diesel, serta Mitsubishi Pajero Sport masih normal meski ada kenaikan harga BBM solar non subsidi baru-baru ini.

Beberapa pedagang mengungkapkan untuk Fortuner dan Pajero bekas masih ramai peminat, terutama di daerah-daerah yang aksesnya cukup sulit, sehingga membutuhkan mobil yang bisa melewati jalan tersebut.

Salah satunya yakni Tono, di mana Pajero menjadi yang paling banyak dicari untuk segmen mobil diesel dengan ketahanan yang cukup baik.

"Kalau dibanding Fortuner sama Pajero, yang masih banyak dicari ya Pajero, karena kapasitas tangki lebih besar dari Fortuner, lebih irit juga," kata Tono.

Meski begitu, keduanya pun sejatinya bisa melibas jalanan yang cenderung berlumpur seperti di kawasan pertambangan atau kawasan yang jalannya masih menantang..

"Mungkin kalau di Jakarta ya, hanya beberapa kawasan yang cocok pakai Fortuner dan Pajero, tapi kalau di daerah, terutama di luar Jawa, dan daerah-daerah tambang, itu lebih bermanfaat lagi," lanjutnya.

Penjualan mobil bekas Pajero, Fortuner, hingga Innova diesel efek harga solar naik di WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Penjualan mobil bekas Pajero, Fortuner, hingga Innova diesel efek harga solar naik di WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Ia pun mencontohkan di kawasan Papua, di mana banyak taksi di daerah tersebut yang memakai Fortuner dan Pajero, karena ground clearance yang tinggi hingga 218 mm dan cocok untuk medan yang menantang.

"Kalau di Papua, banyak taksi pakai Fortuner dan Pajero, apalagi daerah pertambangan, pasti pakainya ya 2 mobil itu," ujarnya.

Apalagi, keduanya merupakan mobil Jepang, yang teknologi pendeteksi bahan bakar masih bisa diakali.

"Sebenarnya Pajero dan Fortuner, itu bisa saja pakai biosolar, karena teknologinya bisa diakali. Beda seperti mungkin Hyundai Palisade, karena teknologi Korea Selatan itu rada sensitif," ungkapnya.

Sementara itu Julian, yang menyebabkan Fortuner dan Pajero masih cukup laku karena mobil ini mudah untuk melibas jalanan, baik datar maupun terjal.

"Ya kita tahu, Fortuner dan Pajero kan bisa jalan di semua jalanan, bisa yang berlumpur, bisa juga yang biasa-biasa saja, jadi tetap masih ada yang cari," kata Julian.

Selain itu, harganya yang masih terjangkau untuk mobil bekasnya juga menjadi penyebab penjualannya masih normal.

"Ya masih Rp400 jutaan, Rp500 jutaan, bagi kelas menengah ke atas yang enggak mau ribet melibas jalanan ya pasti masih milih 2 mobil itu," terangnya.

Di sisi lain, kebutuhan suku cadang Fortuner dan Pajero juga cukup mudah dibandingkan dengan mobil diesel selain Toyota dan Mitsubishi.

"Suku cadang sih lebih kenapa masih banyak yang cari Fortuner dan Pajero, karena yang kita tahu, Toyota dan Mitsubishi cukup mudah suku cadangnya, mungkin itu alasannya kenapa 2 mobil itu masih banyak yang cari meski harga solar non subsidi makin mahal," tuturnya.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |