Harga Perak Meroket Sepekan, Pertanda Apa bagi Pasar?

10 hours ago 4

REVIEW SEPEKAN

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

10 May 2026 08:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama sepekan terakhir, kinerja harga perak (XAG/USD) menunjukkan tren pemulihan yang solid dan berhasil menutup pekan perdagangan dengan bertengger di atas level psikologis US$80 per ons dari penutupan pada level US$75.34 pada penutupan akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatan transaksi, logam mulia ini membukukan penguatan mingguan sebesar 6,78%. Kinerja positif sepekan ini tidak lepas dari fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring dengan respons pelaku pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan terbaru yang mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Data Tenaga Kerja dan Implikasi Kebijakan

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 115.000 pekerjaan baru pada bulan April, dengan tingkat pengangguran yang stabil pada angka 4,3%. Rilis data ini memberikan indikasi bahwa pertumbuhan lapangan kerja tidak cukup agresif untuk memicu kekhawatiran baru mengenai pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

Situasi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan mendorong indeks dolar melemah sebesar 0,3% ke level 97,90. Pelemahan dolar tersebut secara langsung memberikan keuntungan bagi perak, menjadikannya instrumen yang lebih menarik bagi investor pemegang mata uang asing. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kepastian langkah The Fed ke depan.

Dinamika Harga dan Permintaan Industri

Ketahanan harga perak saat ini juga ditopang oleh karakteristik gandanya sebagai aset lindung nilai dan logam industri. Sekitar setengah dari permintaan perak global diserap oleh sektor manufaktur, seperti produksi panel surya, infrastruktur kecerdasan buatan, dan semikonduktor.

Dari sisi pasokan, pasar masih dibayangi oleh pembatasan ekspor Tiongkok yang berlaku sejak Januari 2026. Sebagai catatan pergerakan historis, harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi di US$121,64 pada awal tahun sebelum akhirnya mengalami koreksi sebesar 22% menyusul eskalasi geopolitik di Selat Hormuz pada bulan Februari.

Proyeksi dan Level Teknis

Dari kacamata analisis teknikal, reli perak sepekan ini membawa harga menguji beberapa area penentu. Apabila momentum penguatan berlanjut dan harga mampu menembus level resisten di US$82,13 serta US$82,50, perak memiliki peluang untuk mengejar target berikutnya di level US$84.

Sebaliknya, level support krusial saat ini berada di kisaran US$73,14 hingga US$80. Jika harga kembali tertekan dan menetap di bawah level US$80, tren pemulihan jangka pendek berisiko kehilangan daya dorongnya. Secara makro, sejumlah model ekonomi memproyeksikan perak berpotensi menyentuh angka US$77,58 pada akhir kuartal ini, dengan target jangka panjang menuju US$91,04 dalam satu tahun ke depan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |