Jakarta, CNBC Indonesia - China berencana menjadikan mobil sebagai baterai untuk memasok listrik ke jaringan "PLN" setempat. Mobil listrik berfungsi sebagai pasokan tambahan saat permintaan listrik memuncak.
Reuters melaporkan bahwa pemerintah China akan menggelar proyek percontohan sistem pasokan listrik ini di 9 kota. Metode ini diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan lonjakan permintaan atas pasokan listrik di tengah kenaikan tajam kepemilikan mobil listrik di China.
China telah lebih dulu merilis dasar ketentuan "berbagi" listrik lewat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dalam kebijakan memperkuat integrasi antara kendaraan tenaga listrik dengan jaringan listrik. Integrasi dibutuhkan untuk menghindari jaringan pembangkitan dan transmisi listrik China kelebihan beban karena permintaan mobil listrik.
Ada sekitar 30 proyek yang akan digelar di Beijing, Shanghai, Shenzhen dan Guangzhou. Mayoritas berupa mekanisme kendaraan-ke-jaringan (vehicle-to-grid/V2G). Mobil akan berfungsi sebagai baterai penyimpan daya, yang akan dikembalikan ke jaringan saat dibutuhkan. Mobil yang terhubung dengan jaringan listrik bisa menyesuaikan waktu pengecasannya untuk menghindari periode beban puncak.
Mobil listrik juga bisa berfungsi menyediakan layanan penting seperti pengaturan frekuensi penggunaan listrik. Pemilik mobil listrik yang bersedia mengikuti sistem ini berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan. Program ini juga berlaku bagi pemilik stasiun pengisian kendaraan listrik.
Perusahaan pengelola jaringan listrik akan bertanggung jawab sebagai penyelenggara proyek percontohan, sedangkan pemerintah daerah akan memimpin pengembangan fasilitas pengecasan. Badan pengatur energi bertugas mencari pemilik mobil listrik yang bersedia "menjual" listrik mobil mereka.
(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kesiapan Jaringan Telekomunikasi Hadapi Libur Idulfitri 2025
Next Article Wamenkomdigi - Telkomsel Bersinergi Pastikan Jaringan Prima di Nataru