Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia, Cecep M. Wahyudi mengakui nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus level Rp17.500 menjadi perhatian serius kalangan pengusaha.
Namun di tengah tekanan kurs tersebut, ia justru melihat kelompok ekonomi menengah bawah masih relatif aman.
"Ya, kalau terkait harga dolar yang sudah tembus di atas Rp17 ribu, ini tentu menjadi PR dan konsen kami lah, terutama para pengusaha di Kadin ya. Tetapi yang paling penting itu, ekonomi real di lapangan itu bisa bergerak. Itu yang paling penting," kata Cecep saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, secara teori pelemahan rupiah hingga ke level tersebut seharusnya sudah menimbulkan tekanan ekonomi yang berat, seperti misalnya terjadi resesi. Namun kondisi di lapangan dinilai masih bergerak.
"Harusnya dengan angka segitu kan sudah resesi ya. Tapi kita Alhamdulillah masih jalan. Berarti itu salah satu bukti keberhasilan program yang dijalankan oleh Pak (Presiden) Prabowo Subianto, terkait pengembangan ekonomi kerakyatan," ujarnya.
Cecep mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga menunjukkan konsumsi masyarakat masih berjalan. Ia menilai hal itu tercermin dari aktivitas belanja rumah tangga maupun pengeluaran pemerintah.
"Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, ini kan membuktikan adanya peningkatan atau pertumbuhan dari semua sektor. Baik investasi, pertumbuhan konsumsi dan sebagainya. Karena kan salah satu yang menyebabkan atau faktor utama dari pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi masyarakat," terang dia.
"Dengan bukti adanya pertumbuhan tinggi 5,61% tersebut, itu membuktikan meningkatnya konsumsi masyarakat. Konsumsi masyarakat ini kan, baik itu konsumsi yang dilakukan belanja oleh negara, maupun konsumsi ataupun belanja yang dilakukan oleh rumah tangga itu sendiri," lanjut Cecep.
Di tengah tekanan dolar yang tinggi, menurutnya, kelompok masyarakat kelas menengah bawah justru dinilai masih bertahan.
"Justru kalau saya melihat, kelompok ekonomi menengah dan bawah yang aman. Yang atas yang kelihatannya kurang aman, karena terpengaruh dengan harga dolar tersebut," ucapnya.
Cecep menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penopang penting daya beli masyarakat bawah.
"Insyaallah aman, apalagi kalau kita kawal semuanya ya terkait dengan program MBG ini, karena satu-satunya kelihatannya program yang bisa membawa ekonomi aman, khususnya untuk menengah dan menengah ke bawah adalah program ini. Justru kami melihatnya seperti itu," kata dia.
Meski demikian, ia mengakui mulai ada penyesuaian pola belanja masyarakat, terutama untuk kebutuhan tersier. Sementara konsumsi primer dan sekunder masih dinilai cukup stabil.
"Kalau kita lihat pertumbuhan penjualan kendaraan pun kan masih meningkat ya. Perumahan pun masih cukup signifikan, bukan signifikan ya, cukup tumbuh gitu," sebutnya.
"Nah mungkin belanja-belanja yang sifatnya tersier yang kelihatannya mereka menahan. Tapi kalau untuk kebutuhan primer, sekunder kelihatan masih cukup baik sampai dengan hari ini," pungkas Cecep.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini pada level pelemahan sepanjang sejarah karena telah mencapai level Rp17.500/US$.
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengalami pelemahan ke level Rp17.500/US$ pada pukul 9.15 WIB. Di mana pada pembukaan Rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,43% ke level Rp17.480/US$. DXY pada pembukaan juga terpantau menguat 0.21% ke posisi 98,115.
(haa/haa)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)

