Cadangan Devisa RI Naik, Tapi Masih Kalah Jauh dari Singapura-Thailand

22 hours ago 6

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

08 January 2026 15:45

Jakarta, CNBC IndonesiaCadangan devisa (cadev) Indonesia pada Desember 2025 tercatat meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun bila dibandingkan di antara negara-negara ASEAN, posisi cadev Indonesia masih kalah dari Singapura dan Thailand.

Bank Indonesia (BI) pada Kamis (8/1/2026) mengumumkan cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar US$156,5 setara dengan Rp triliun(asumsi kurs Rp16.795/US$1) mengalami kenaikan bila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$150,1 miliar.

"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Kamis (8/1/2026).

Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Posisi Cadangan Devisa RI di ASEAN

Namun, bila dibandingkan negara-negara ASEAN posisi cadev Indonesia di akhir Desember 2025 masih kalah dari Singapura yang turut mencatatkan kenaikan cadangan devisa sebesar US$409,27 naik dari November 2025 yang sebesar US$400 miliar. Hal ini turut menunjukkan penguatan stabilitas keuangan dan kapasitas likuiditas eksternal bagi Singapura.

Sedangkan cadev indonesia masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan Filipina yang tercatat sebesar US$110,9 di akhir Desember 2025. Cadangan devisa Filipina tersebut setara dengan 7,4 bulan impor barang, jasa, dan pembayaran pendapatan primer, atau jauh di atas kecukupan internasional.

Untuk Thailand dan Malaysia, hingga artikel ini disusun, data cadangan devisa periode Desember 2025 belum dirilis. Namun, mengacu posisi akhir November 2025, cadangan devisa Thailand tercatat sebesar US$275 miliar, atau jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia, baik pada periode yang sama maupun pada Desember 2025.

Sebaliknya, cadangan devisa Malaysia pada akhir November 2025 berada di level US$124,12 miliar, sehingga masih lebih rendah dibandingkan Indonesia, baik pada periode November maupun Desember 2025.

Artinya, melihat posisi cadangan devisa negara-negara ASEAN, posisi Indonesia sejatinya masih berada posisi tengah, bukan teratas maupun terbawah.

Cadangan devisa memegang peran penting bagi negara-negara ASEAN, antara lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar, memenuhi kewajiban utang luar negeri, membiayai impor vital seperti energi, pangan, dan obat-obatan, meningkatkan kepercayaan investor, serta menjadi bantalan saat terjadi gejolak ekonomi global.

Selain itu, cadangan devisa juga mendukung efektivitas kebijakan moneter dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Photo View |