Bukan RI, JK Sebut Rakyat Amerika yang Menderita Gara-gara Trump

17 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Ke 10 dan 12 Jusuf Kalla menyebut rakyat Amerika sendiri yang akan "menderita" karena kebijakan impor baru Presiden AS Donald Trump. Menurutnya masyarakat akan merasakan harga barang yang lebih mahal dari sebelumnya.

Menurut JK, pengusaha dan konsumen AS yang akan menanggung beban kenaikan harga tarif impor dan tarif resiprokal atau timbal balik yang diterapkan. Sedangkan menurutnya tarif resiprokal yang ditetapkan terhadap Indonesia sebesar 32% tidak akan berdampak signifikan.

"Yang bayar Amerika (tarif impor), yang bayar, yang masuk itu, yang bayar bukan kita. Kita efeknya saja," kata JK di kediamannya, Sabtu (5/4/2025).

Efek yang dimaksud yaitu daya beli Amerika diperkirakan akan menurun, karena harga barang yang semakin mahal.

JK menjelaskan bahwa banyak perusahaan AS yang sudah memindahkan basis produksinya ke luar negeri seperti ke China, Kanada, dan Meksiko. Nantinya perusahaan itu akan menanggung biaya tarif impor untuk memasukkan barang ke negaranya.

" ... yang kena nanti pengusaha Amerika yang kena sendiri. Dan juga di dunia ini yang kena juga Amerika. Contohnya di Kanada, padahal di sana pabriknya Ford, pabriknya Chrysler, di Meksiko pabriknya GM ada juga Fairway. Jadi jyga yang kena tetap," katanya.

"Ini Iphone buatan China, Amerika punya tapi dibuatnya di China," kata JK.

Hal ini juga terlihat dari banyaknya kinerja saham perusahaan Amerika Serikat yang anjlok karena kebijakan ini.

"Karena itu yang paling rugi nanti di Amerika sendiri. Karena itu kenapa saham naik itu 16 saham, yang turun semua saham. karena yang kena nanti pengusaha Amerika, yang kena sendiri. Dan di dunia ini yang kena juga Amerika," katanya.


(emy/mij)

Saksikan video di bawah ini:

Video: AS Tantang Kekuatan Nuklir Timur Tengah hingga Swiss Incar WNI

Next Article Terbang ke AS Bulan Ini, Prabowo Bakal Temui Donald Trump

Read Entire Article
Photo View |