Belanja Ngebut Tapi Defisit di Bawah 3%, Purbaya: Itu Jagonya Prabowo

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, defisit APBN akan tetap konsisten terjaga di bawah 3% dari PDB, sesuai dengan batas aman yang termuat dalam UU Keuangan Negara.

Ia menegaskan, pemerintah terbukti mampu mengendalikan defisit meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melesat cepat ke level 5,61% yoy pada kuartal I-2026, dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022.

Sepanjang kuartal I-2026, APBN tercatat defisit sebesar 0,93% terhadap PDB atau senilai Rp 240,1 triliun. Setara 34,8% dari target APBN 2026 yang sebesar Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% terhadap PDB.

"Dengan itu saja kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu kejagoan Pak Prabowo," kata Purbaya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Purbaya menegaskan, defisit yang tercipta selama ini terbukti juga mampu mendorong laju pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.

Meskipun, jika tanpa ditambal dengan pembiayaan anggaran dari utang, keseimbangan primer sampai akhir Maret 2026 sudah melampaui target APBN 2026, yakni sudah mengalami defisit 95,8% setara 106,8% di atas target Rp 89,7 triliun.

"Ini kan dipercepat belanjanya ke depan, otomatis kan defisitnya meningkat. Tapi nanti kan dengan jalannya waktu income juga naik dan defisit akan dijaga di bawah 3%. Tahun lalu saja cuma 2,8%, bukan 2,9%," tegas Purbaya.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |