Baru Dipecat 6 Menit, Dua Bersaudara Hapus Data Negara

1 hour ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua saudara kembar di Amerika Serikat nekat menghapus 96 database berisi data pemerintah hanya beberapa menit setelah dipecat dari perusahaan teknologi tempat mereka bekerja.

Mereka adalah Muneeb dan Sohaib Akhter, yang kini berusia 34 tahun. Keduanya ternyata memiliki rekam jejak kriminal kasus siber sejak 2015. Saat itu, Muneeb dihukum tiga tahun penjara, sementara Sohaib dua tahun.

Setelah bebas, keduanya kembali masuk ke dunia teknologi. Pada 2023, Muneeb bekerja di sebuah perusahaan di Washington DC yang menjual perangkat lunak dan layanan kepada 45 klien federal AS. Setahun kemudian, Sohaib menyusul bekerja di perusahaan yang sama.

Namun menurut pemerintah AS, keduanya kembali terlibat tindakan ilegal.

Menurut dokumen pemerintah AS, pada 18 Februari 2025 ketika keduanya dipanggil ke rapat Microsoft Teams dan langsung diberhentikan dari perusahaan.

Rapat selesai pukul 16.50 sore. Lima menit setelah rapat selesai, Sohaib mencoba masuk kembali ke jaringan perusahaan. Namun akses VPN dan akun Windows miliknya sudah diblokir.

Berbeda dengan Sohaib, akun Muneeb ternyata belum dinonaktifkan. Celah itu langsung dimanfaatkan untuk melakukan aksi balas dendam digital.

Pada pukul 16.56 waktu setempat, Muneeb mulai mengakses database pemerintah AS yang dikelola perusahaannya. Ia menjalankan perintah untuk memblokir pengguna lain, lalu menghapus database satu per satu.

Dua menit kemudian, database milik Departemen Keamanan Dalam Negeri AS ikut dihapus menggunakan perintah "DROP DATABASE dhsproddb."

Tak berhenti di sana, Muneeb juga sempat meminta bantuan AI untuk mencari cara menghapus jejak digital.

"Bagaimana cara menghapus system logs dari SQL server setelah menghapus database?" tulisnya ke alat AI pada pukul 16.59, dikutip dari ArsTechnica, Senin (18/5/2026).

Dalam waktu sekitar satu jam, total 96 database pemerintah AS berhasil dihapus.

Ia juga mengunduh 1.805 file milik Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) dan mencuri data pajak federal milik sedikitnya 450 orang.

Di tengah aksi tersebut, kedua saudara itu sempat berdiskusi soal kemungkinan memeras perusahaan.

"Harusnya kamu punya kill script. Memeras mereka demi uang mungkin bisa-" kata Sohaib.

Namun Muneeb menolak gagasan tersebut.

"Jangan lakukan itu. Itu bukti jelas kita bersalah," jawabnya.

Tiga minggu kemudian, aparat federal menggerebek rumah mereka di Virginia. Polisi menemukan berbagai perangkat teknologi, tujuh senjata api, dan ratusan peluru di rumah Sohaib.

Keduanya akhirnya ditangkap pada Desember 2025.

Muneeb memilih mengaku bersalah pada April 2026, sementara Sohaib membawa kasusnya ke pengadilan.

Namun pada 7 Mei 2026, juri menyatakan Sohaib bersalah atas konspirasi penipuan komputer, perdagangan password ilegal, dan kepemilikan senjata api secara ilegal.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |