Api Perang Saudara Berkobar, Serangan Drone Guncang Bandara Penting

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan drone mengguncang kota Kisangani di Republik Demokratik Kongo pada akhir pekan lalu setelah sejumlah pesawat tanpa awak bermuatan bahan peledak menargetkan bandara strategis yang menjadi tulang punggung transportasi wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Tshopo, tempat Kisangani berada, mengonfirmasi pada Senin (2/2/2026) bahwa bandara di kota tersebut menjadi sasaran serangan drone antara Sabtu hingga Minggu. Pernyataan resmi pemerintah provinsi yang dilihat AFP menyebutkan bahwa drone-drone tersebut membawa amunisi.

"Delapan drone musuh berhasil dinetralisasi sebelum mencapai target," demikian pernyataan pemerintah setempat.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.

Kisangani merupakan kota berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa yang terletak di tepi Sungai Kongo dan sangat bergantung pada bandara akibat buruknya kondisi infrastruktur jalan. Bandara sipil tersebut juga digunakan oleh militer Kongo, termasuk untuk operasional pesawat tempur dan drone serang.

Landasan pacu bandara ini kerap dipakai untuk lepas landas drone militer dan jet tempur yang secara rutin melakukan serangan terhadap posisi kelompok milisi M23 dan pasukan Rwanda. Lokasi pertempuran tersebut berada lebih dari 400 kilometer dari Kisangani.

Wilayah timur Kongo yang kaya sumber daya alam telah dilanda kekerasan selama sekitar 30 tahun terakhir dan melibatkan berbagai kekuatan asing. Dalam beberapa tahun terakhir, kebangkitan kembali kelompok bersenjata antipemerintah M23 telah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis kemanusiaan yang semakin parah.

Sejak kembali mengangkat senjata pada akhir 2021, M23 berhasil merebut wilayah luas di timur Kongo dengan dukungan Rwanda, termasuk merebut kota-kota strategis Goma dan Bukavu dalam serangan kilat sekitar setahun lalu.

Pada awal Desember, para pejuang M23 juga melancarkan ofensif baru terhadap kota Uvira di perbatasan Burundi, tepat ketika DRC dan Rwanda tengah memformalkan kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat.

Hingga kini belum ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan drone di Kisangani. Namun, otoritas lokal menuduh kelompok M23 dan pemerintah Rwanda berada di balik serangan tersebut.

Ledakan dilaporkan terdengar di sekitar bandara hingga pukul 02.00 dini hari pada Minggu. Suara ledakan itu membuat sebagian warga panik dan meninggalkan rumah mereka.

"Saya tidak tahan mendengar ledakan sepanjang malam," ujar seorang warga yang memilih mengungsi ke pusat kota, sekitar 20 kilometer dari bandara.

Pemerintah Provinsi Tshopo menyatakan pada Senin bahwa "situasi berada dalam kendali" dan warga yang tinggal di sekitar bandara sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |