Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
25 April 2026 18:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Peta negara terkaya dunia mengalami pergeseran signifikan pada 2026. Hal ini terjadi bukan karena perekonomiannya yang jatuh, namun karena cara menghitungnya yang beda.
Pendekatan ini tidak hanya melihat besarnya ekonomi, tetapi juga sejauh mana kekayaan tersebut benar-benar dinikmati oleh masyarakat.
Ukuran Kekayaan Tidak Hanya PDB
Untuk mengukur kekayaan, biasanya menggunakan indikator Produk Domestik Bruto (PDB) karena mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi.
Namun, indeks terbaru dari HelloSafe menggabungkan berbagai indikator seperti pendapatan, ketimpangan, kualitas hidup, hingga pembangunan jangka panjang. Data yang digunakan berasal dari lembaga global seperti International Monetary Fund, World Bank, United Nations Development Programme, hingga Organisation for Economic Co-operation and Development.
Pendekatan ini menjawab kelemahan PDB yang sering dianggap menyesatkan, karena mengasumsikan kekayaan tersebar merata. Padahal, dalam praktiknya tidak selalu demikian.
Contohnya Irlandia, yang secara angka memiliki PDB per kapita sangat tinggi, yang didorong oleh perusahaan multinasional seperti Apple, Google, dan Pfizer. Namun, ada kesenjangan besar antara output ekonomi dan pendapatan riil masyarakat, yang diperkirakan mencapai sekitar US$70.000 per orang..
Negara Kecil Justru Unggul
Berdasarkan indeks tersebut, Norwegia menempati posisi pertama sebagai negara terkaya di 2026, didukung oleh pendapatan nasional tinggi dan sistem sosial yang seimbang.
Posisi berikutnya diikuti oleh Irlandia dan Luksemburg. Negara-negara ini menunjukkan kombinasi antara performa ekonomi kuat dan indikator sosial yang baik.
Negara lain seperti islandia juga masuk jajaran atas berkat tingkat kemiskinan rendah dan kualitas hidup tinggi. Hal ini menunjukkan pola yang terlihat jelas, bahwa negara kecil dengan distribusi kekayaan yang lebih merata cenderung unggul.
Negara Besar Mengalami Ketimpangan
Sementara itu, Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-17, mencerminkan kekuatan ekonomi yang besar tetapi diiringi tingkat ketimpangan yang tinggi.
Jerman dan Prancis dua ekonomi terbesar Eropa bahkan tidak masuk dalam 10 besar sama sekali. Prancis berada di posisi ke-20, bahkan di bawah Republik Ceko yang memiliki distribusi pendapatan jauh lebih merata. Ini menunjukkan bahwa pemerataan menjadi faktor kunci dalam penilaian kekayaan versi baru.
Berikut merupakan negara terkaya di dunia yang dihitung berdasarkan Prosperity Index 2026.
Di luar Eropa, beberapa negara juga mencatat kinerja kuat. Seychelles menjadi yang teratas di Afrika, diikuti Mauritius dan Algeria.
Di Amerika Latin, Uruguay memimpin untuk pertama kalinya, diikuti Chile dan Panama.
Sementara di Asia, Singapura berada di posisi teratas, meskipun masih menghadapi tantangan ketimpangan, diikuti Qatar dan United Arab Emirates.
Hasil ini menegaskan bahwa definisi negara kaya kini mulai berubah. Bukan lagi soal seberapa besar ekonomi yang dihasilkan, tetapi seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dengan kata lain, kekayaan tidak lagi diukur dari angka semata, melainkan dari pemerataan dan kualitas hidup yang dihasilkan.
(mae/mae)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456364/original/038814500_1766846753-IMG_2860_1_.jpeg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456969/original/021534900_1766982759-photo-grid_-_2025-12-29T112228.091.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)