2 Kapal Induk AS Kalang-Kabut di Arab', Pesawat Militer Ditembak Iran

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasukan Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengklaim kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln (CVN-72) mengalami kerusakan signifikan setelah menjadi sasaran serangan rudal dan drone. Menurut pernyataan IRGC, kapal induk tersebut kini disebut tengah menarik diri menuju Amerika setelah serangan tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di kawasan Timur Tengah, sebagaimana dimuat lama Iran Almayadeen English, Jumat (13/3/2026). IRGC menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi AS dan Israel terhadap Iran.

Secara terpisah, insiden kebakaran juga dilaporkan terjadi di kapal induk Amerika lainnya, USS Gerald R. Ford (CVN-78). Kebakaran dilaporkan terjadi di area ruang laundry utama kapal.

Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan kebakaran tersebut tidak terkait dengan operasi tempur dan berhasil dipadamkan dengan cepat oleh awak kapal.

Dalam perkembangan lain, juru bicara markas pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS jenis Boeing KC-135 Stratotanker menjadi sasaran sistem pertahanan udara Iran di wilayah barat Irak. Menurut klaim tersebut, pesawat berhasil ditembak jatuh dan seluruh awaknya dilaporkan tewas.

Pesawat KC-135 biasanya membawa hingga enam awak, termasuk pilot, kopilot, dan operator boom yang bertugas melakukan pengisian bahan bakar di udara. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS terkait klaim tersebut.

Iran Lanjutkan Serangan ke Target AS dan Israel

Sementara itu, IRGC juga menyatakan bahwa mereka terus melancarkan serangan rudal dan drone terhadap berbagai target militer AS di kawasan serta fasilitas militer Israel. Dalam pernyataan terbaru, IRGC mengatakan pasukan angkatan lautnya melancarkan serangan pada dini hari terhadap markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Mina Salman, Bahrain, basis utama dari United States Fifth Fleet.

Serangan disebut dilakukan dalam dua gelombang menggunakan kombinasi rudal dan drone. Target yang disebutkan termasuk sistem pertahanan anti-drone LIDS, fasilitas perawatan peralatan militer, area penyimpanan bahan bakar, serta fasilitas logistik yang digunakan oleh pasukan AS di pangkalan tersebut.

IRGC menyatakan serangan dilakukan dengan presisi tinggi menggunakan drone kamikaze, rudal jelajah, serta rudal balistik. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi independen terkait tingkat kerusakan yang diklaim Iran.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |